ASAHAN (HARIANSTAR.COM) – Sejumlah kalangan, aktivis dan wali murid meminta kepada pihak kontraktor CV GA selaku pelaksana proyek agar bertanggungjawab diduga robohnya sebagian sisi pagar depan sekolah UPTD SMPN 1 Pulau Rakyat karena adanya kepentingan pekerjaan proyek.
“Rekanan CV GA diharapkan segera melakukan perbaikan terhadap bagian-bagian pagar depan sekolah ini yang mengalami kerusakan / roboh akibat kelalaian para pekerja dalam mengerjakan proyek pembangunan pagar di sekolah ini,” ucap sejumlah wali murid yang identitasnya minta dirahasiakan tersebut kepada wartawan, Kamis (16/11/2023).
Berdasarkan informasi yang diterima, lanjut mereka, bagian pagar pada sisi depan sekolah yang dirobohkan itu sama sekali tidak termasuk dalam spesifikasi juknis proyek tersebut.
“Jika memang sebagian sisi pagar itu tidak termasuk dalam spesifikasi/juknis proyek, kenapa sebagian sisinya harus ikut dirobohkan,” tegas mereka.
Menurut mereka, sungguh sangat tidak masuk akal jika sebagian sisi pagar depan sekolah UPTD SMPN 1 Pulau Rakyat roboh/tumbang karena posisinya sudah miring.
“Kalau para pekerja proyek CV GA itu memiliki teknik/skill dalam bekerja, dipastikan sebagian sisi pagar depan sekolah ini tidak akan roboh/tumbang,” tegas mereka.
Mereka meyakini jika robohnya sebagian sisi pagar depan sekolah UPTD SMPN 1 Pulau Rakyat tersebut diduga kuat karena faktor kelalaian para pekerja dari CV GA.
Senada, sejumlah aktivis di Kota Asahan juga berharap kepada pihak rekanan dapat melakukan perbaikan terhadap bagian – bagian pagar depan sekolah UPTD SMPN 1 Pulau Rakyat yang mengalami kerusakan.
“Seperti diketahui, diperkirakan sekitar puluhan meter pagar depan sekolah UPTD SMPN 1 Pulau Rakyat tersebut ambruk/roboh akibat adanya pekerjaan proyek. Ya, kita minta CV GA selaku pelaksana pekerjaan proyek harus menunjukkan tanggungjawabnya atas kerusakan pagar depan sekolah tersebut,” ucap Hadi Dermawan didampingi beberapa rekan aktivis lainnya.
Pada kesempatan ini, lanjut Hadi bersama rekannya, pihak rekanan diharapkan dapat membangun kembali beberapa bagian/sisi pagar depan sekolah yang ambruk / roboh.
“Kita berharap, bagian – bagian pagar depan sekolah yang ambruk / roboh bisa dibangun kembali seperti semula,” tegas mereka.
Mereka berharap kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan segera mencari solusi terkait persoalan tersebut.
“Jangan sampai keamanan dan kenyamanan sekolah UPTD SMPN 1 Pulau Rakyat tersebut menjadi terganggu akibat tidak dibangunnya kembali sebagian sisi pagar depan sekolah yang ambruk/rubuh,” kata mereka.
Apabila pihak rekanan tersebut tidak dapat bertanggungjawab, lanjut mereka, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan harus dapat memberikan sanksi tegas.
“Dalam hal ini, kami tidak ingin pihak sekolah SMPN 1 Pulau Rakyat dan wali murid harus berfikir keras dan bekerja keras dan terbebani untuk mencari solusi terhadap persoalan itu. Karena yang harus bertanggungjawab itu yaitu pihak rekanan CV GA,” terang mereka.
Sementara itu, rekanan CV GA tidak dapat dikonfirmasi sejumlah wartawan terkait persoalan tersebut.
Terpisah, Mursaid selaku Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan enggan berkomentar banyak terkait persoalan tersebut.
“Nanti kami cek, masih ada kegiatan di luar. Menurut keterangan dari kepala sekolahnya, pihak komite dengan penyedia sudah jumpa, akan ada solusi katanya,” kata Mursaid melalui WhatsApp. (ded)


























