JAKARTA (HARIANSTAR.COM) – Penyebab kematian mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Imam Muslimin atau Yai Mim diungkap pihak kepolisian.
Berdasarkan pemeriksaan tim dokter di Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, penyebab kematian tersangka kasus pornografi itu mengarah ke asfiksia.
“Dokter menyimpulkan tanda-tanda menonjol ke arah asfiksia,” kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Rahmad Aji Prabowo dilansir dari sejumlah laman, Selasa (14/4/2026).
Aji menjelaskan bahwa penyidik sebelumnya mengagendakan untuk melakukan pemeriksaan Yai Mim dengan status pelapor di Satreskrim Polresta Malang Kota siang kemarin.
“Yang bersangkutan sebagai pelapor perkara di Resmob,” terangnya.
Proses visum et repertum terhadap Yai Mim tuntas dilakukan petang kemarin.
Kemudian jenazah Yai Mim dibawa ke Kabupaten Blitar untuk dimakamkan.
Pemakaman jenazah Yai Mim di Blitar juga disebut atas permintaan keluarga.
“Permintaan keluarga,” tutup Aji.
Seperti diketahui, mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim itu meninggal saat hendak menjalani pemeriksaan di Polresta Malang Kota.
Awalnya Yai Mim hendak menjalani pemeriksaan lanjutan di Satreskrim Polresta Malang Kota untuk kasus dugaan pornografi yang dilaporkan Sahara, tetangganya sekitar pukul 13.45 WIB.
Yai Mim kemudian mendadak terjatuh saat berjalan kembali ke ruang Satreskrim Polresta Malang Kota. Lalu Yai Mim dilarikan ke rumah sakit.
Sebelumnya, Yai Mim berstatus tersangka kasus dugaan pornografi dan ditahan penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota pada 20 Januari 2026. (*)



























