YERUSALEM (HARIANSTAR.COM) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan, Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Pernyataan itu disampaikannya setelah berbicara melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemarin. Ia mengklaim, kesepakatan akhir apa pun dengan Iran harus menghapus program nuklir.
Dalam unggahannya di X, Netanyahu mengatakan ia berbicara dengan Trump tadi malam tentang nota kesepahaman untuk membuka kembali Selat Hormuz dan negosiasi mendatang menuju kesepakatan akhir tentang program nuklir Iran.
“Presiden Trump dan saya sepakat bahwa setiap perjanjian akhir dengan Iran harus menghilangkan bahaya nuklir. Itu berarti membongkar lokasi pengayaan nuklir Iran dan memindahkan material nuklir yang telah diperkaya dari wilayahnya,” katanya.
“Kebijakan saya, seperti kebijakan Presiden Trump, tetap tidak berubah: Iran tidak akan memiliki senjata nuklir,” ujar Netanyahu dikutip, Senin (25/5/2026).
Ketegangan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Februari. Teheran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.



























