• Latest
  • Trending
  • All
Ketika Data Menjadi Air Mata: Kolaborasi Jurnalis Perempuan dan Seniman Hadirkan Teater Kemanusiaan di Medan

Ketika Data Menjadi Air Mata: Kolaborasi Jurnalis Perempuan dan Seniman Hadirkan Teater Kemanusiaan di Medan

10 Maret 2026
Satreskrim Polres Tanjung Balai Ringkus 3 Sindikat Curanmor & Pemilik Sabu

Satreskrim Polres Tanjung Balai Ringkus 3 Sindikat Curanmor & Pemilik Sabu

29 April 2026
Dua Anggota Geng Motor di Belawan Ditangkap Bawa Sajam 

Dua Anggota Geng Motor di Belawan Ditangkap Bawa Sajam 

29 April 2026
Rayakan Hari Kartini, The Reiz Suites Gelar Make Up Class Eksklusif Bersama Make Over

Rayakan Hari Kartini, The Reiz Suites Gelar Make Up Class Eksklusif Bersama Make Over

29 April 2026
Pengungkapan Sehari, Polda Sumut Amankan 72 Kg Sabu dan 151 Kg Ganja dari 5 Tersangka

Pengungkapan Sehari, Polda Sumut Amankan 72 Kg Sabu dan 151 Kg Ganja dari 5 Tersangka

29 April 2026
Respon Cepat Polres Karo, Barak Narkoba dan Judi di Perladangan Sukatendel Dibongkar

Respon Cepat Polres Karo, Barak Narkoba dan Judi di Perladangan Sukatendel Dibongkar

29 April 2026
Komisi II DPRD Langkat Dorong Penguatan Sosialisasi Program UHC

Komisi II DPRD Langkat Dorong Penguatan Sosialisasi Program UHC

29 April 2026
Mahasiswa Nekat Edarkan Ekstasi

Mahasiswa Nekat Edarkan Ekstasi

28 April 2026
Kurang dari 4 Jam, Polisi Ungkap Penganiayaan Maut di Belawan

Kurang dari 4 Jam, Polisi Ungkap Penganiayaan Maut di Belawan

28 April 2026
Polsek Medan Area Tekan Gangguan Kamtibmas

Polsek Medan Area Tekan Gangguan Kamtibmas

28 April 2026
Perumda Tirtanadi Tambah Dua Sumber Mata Air di Berastagi, Atasi Keluhan Warga

Perumda Tirtanadi Tambah Dua Sumber Mata Air di Berastagi, Atasi Keluhan Warga

28 April 2026
Sambut Tim Supervisi PKK Sumut, Ketua TP PKK Pakpak Bharat Ungkap Peran Strategis  Wujudkan Kesejahteraan 

Sambut Tim Supervisi PKK Sumut, Ketua TP PKK Pakpak Bharat Ungkap Peran Strategis  Wujudkan Kesejahteraan 

28 April 2026
Sat Binmas Polres Karo Gelar Operasi Kasih Sayang, Pembinaan Pelajar di Luar Jam Sekolah

Sat Binmas Polres Karo Gelar Operasi Kasih Sayang, Pembinaan Pelajar di Luar Jam Sekolah

28 April 2026
Rabu, April 29, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home KOMUNITAS

Ketika Data Menjadi Air Mata: Kolaborasi Jurnalis Perempuan dan Seniman Hadirkan Teater Kemanusiaan di Medan

by Admin
10 Maret 2026
in KOMUNITAS
Ketika Data Menjadi Air Mata: Kolaborasi Jurnalis Perempuan dan Seniman Hadirkan Teater Kemanusiaan di Medan
FacebookWhatsappTelegram

MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Di balik angka statistik dan laporan berita bencana yang perlahan tenggelam dalam arus informasi, masih ada ribuan nyawa yang terus bergelut di tengah puing-puing rumah dan desa yang hancur. Sebuah pesan kemanusiaan yang sering kali terabaikan oleh media arus utama, kini “dihidupkan” kembali melalui panggung teater dalam rangka peringatan International Women Day 2026.

Pada Sabtu (7/3/2026), Auditorium Bung Karno Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) di Jalan Sunggal, Kota Medan, menjadi saksi bisu sebuah fenomena baru dalam dunia jurnalistik dan seni. Pementasan teater bertajuk “Ketika Air Datang, Perempuan Bertahan” digelar oleh Forum Jurnalis Perempuan Indonesia sebagai wujud kepedulian terhadap para penyintas bencana di Sumatera. Ini juga sesuai dengan tema International Women Day 2026 dari UN Women, yaitu “Rights. Justice. Action. For All Women and Girls”.

Baca Juga

Ketua DPD I PKN Sumut, Percayakan Boy Timanta Sitepu Sebagai Ketua DPD II Kabupaten Karo

Massa Laporkan JK ke Polda Sumut Diduga Menista Agama

Tergabung di Grup B, Forwakum FC Optimistis Tembus Fase Gugur Mini Soccer Porwasu 2026

Performance Journalism: Jurnalis Turun ke Panggung

Berbeda dari liputan konvensional yang hanya mengandalkan data dan wawancara, pementasan ini mengusung konsep performance journalism atau jurnalisme pertunjukan. Para jurnalis yang biasanya duduk di balik meja, diajak untuk memainkan seni peran dan mengenali dunia teater untuk menyampaikan pesan tentang tragedi kebencanaan yang terjadi di Sumatera.

“Ini adalah kreativitas baru di dunia jurnalisme, bahwa pesan jurnalistik tidak hanya bisa disampaikan melalui platform yang biasa seperti televisi, radio, koran atau media online, tapi juga bisa melalui pertunjukan seni seperti teater. Ini merupakan strategi baru dunia media dalam menarik perhatian tentang suatu peristiwa,” jelas Ketua Umum Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Khairiah Lubis.

Khairiah mengungkapkan, FJPI berkolaborasi dengan Rumah Literasi Ranggi (RLR), dan komunitas teater Medan Teater Tronic (MTT) untuk mewujudkan pertunjukan jurnalistik ini. Menurutnya, ide ini muncul setelah para jurnalis turun langsung ke lapangan meliput bencana.

“Saat bencana di Sumatera terjadi, kami sebagai jurnalis turun langsung melihat kondisi para korban. Sekarang suara mereka sudah jarang terdengar di televisi, radio, atau media lainnya, padahal dampak bencana itu masih belum selesai,” ujar Khairiah, yang akrab disapa Awi.

Awi menyebutkan data dari Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Nasional bahwa hingga awal Ramadan, sekitar 13.000 warga korban bencana Sumatera masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Sebagian hidup di tenda pengungsian, ada juga yang menyewa rumah, dan sebagian lain membuat tenda di atas tapak rumah masing-masing, atau bertahan di rumah rusak.

“Kondisinya belum banyak berubah, apalagi menjelang Lebaran ini, para pengungsi butuh perhatian. Kami berterima kasih sekali kepada pihak-pihak yang dari awal langsung mendukung aksi seni, jurnalistik dan sosial ini, seperti dari sekolah YPSIM Bapak Sofyan Tan, Bapak Mujianto dari Tzu Chi dan DAAI TV, serta Erna Balet yang menghadirkan penari baletnya di teater ini,” katanya.

Fokus pada Ketahanan Perempuan

Judul pementasan, “Ketika Air Datang, Perempuan Bertahan”, bukan sekadar hiasan. Naskah yang ditulis oleh Ranggini Krisna ini meramu kegelisahan nyata para jurnalis terhadap kondisi para penyintas bencana, dengan fokus khusus pada peran perempuan.

“Kita tahu naskah hanya rangkaian kata yang tidak punya nyawa. Tapi ketika dimainkan oleh para aktor, kata-kata itu bisa hidup dan menyampaikan pesan,” kata Ranggini, pendiri Rumah Literasi Ranggi.

Ia menjelaskan bahwa cerita ini diangkat dari kisah nyata, terutama perempuan yang harus tetap kuat di tengah situasi sulit. Salah satu adegan yang paling menyentuh diperankan oleh Emma Matondang, yang memerankan sosok ibu kehilangan hampir segalanya akibat banjir namun tetap berusaha menjadi kuat demi anak-anaknya.

“Dalam cerita ini, seorang ibu mencoba tetap tegar, menenangkan anak-anaknya meski dirinya sendiri sedang berduka,” kata Emma.

Bukan Sekadar Mengharukan, Tapi Menyadarkan

Sutradara teater, Hafiz Taadi, menilai kolaborasi antara jurnalis dan seniman ini menghadirkan medium baru dalam menyampaikan pesan sosial. Ia menekankan bahwa tujuan pementasan ini bukan untuk menguras air mata penonton, melainkan untuk membangkitkan kesadaran.

“Pagelaran ini bukan untuk membuat orang menangis, tetapi untuk mengingatkan bahwa ada manusia di balik peristiwa bencana itu. Ketika berita sudah senyap, mereka masih ada dan masih berjuang,” tegas Hafiz.

Pementasan ini melibatkan sekitar 20 pemain, termasuk lima jurnalis perempuan, tiga seniman teater dari Medan Teater Tronic dan Teater Dermaga serta delapan siswa Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) yang telah berlatih intensif selama dua bulan. Hafiz juga mengapresiasi keberagaman generasi yang terlibat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, menciptakan dinamika lintas generasi yang menarik.

Realitas di Balik Pameran Foto

Sebagai pelengkap teater, kegiatan ini juga menghadirkan Pameran Foto Bencana. Anggota FJPI Sumut yang merupakan fotografer freelance Mafa Yuli, memamerkan potret kondisi terkini para penyintas yang diambil langsung di lokasi bencana tiga minggu lalu.

“Pemulihan di sana belum banyak terjadi. Anak-anak penyintas bahkan banyak yang masih belum kembali bersekolah,” kata Mafa. Foto-foto yang menjadi bukti visual realitas krisis kemanusiaan di lokasi bencana ini dipamerkan dalam rangka mengumpulkan donasi untuk disumbangkan ke daerah bencana Sumatera.

Seruan Menjaga Alam dan Donasi

Dalam sambutannya, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dan Pendiri YPSIM, dr. Sofyan Tan, menekankan bahwa bencana alam bukan sekadar takdir, melainkan juga konsekuensi dari perilaku manusia.

“Bencana alam yang terjadi di Sumatera Utara, Padang dan yang lainnya bukan karena kutukan Tuhan tapi karena perbuatan manusia, manusialah yang mencederai. Kegiatan ini bukan hanya mengumpulkan donasi tetapi merupakan penyadaran tentang pentingnya menjaga alam,” pungkasnya.

Melalui pementasan teater dan pameran foto bencana ini, panitia berharap masyarakat tidak melupakan para korban bencana yang hingga kini masih berjuang untuk bangkit. Selain sebagai media edukasi, kegiatan ini juga membuka pintu penggalangan donasi untuk korban bencana di Sumatera.

Post Views: 145
Tags: Air MatadataJurnalis PerempuanKolaborasisenimanTeater Kemanusiaan
ShareSendShare
Admin

Admin

Baca Juga

Ketua DPD I PKN Sumut, Percayakan Boy Timanta Sitepu Sebagai Ketua DPD II Kabupaten Karo
KOMUNITAS

Ketua DPD I PKN Sumut, Percayakan Boy Timanta Sitepu Sebagai Ketua DPD II Kabupaten Karo

24 April 2026
Massa Laporkan JK ke Polda Sumut Diduga Menista Agama
KOMUNITAS

Massa Laporkan JK ke Polda Sumut Diduga Menista Agama

15 April 2026
Tergabung di Grup B, Forwakum FC Optimistis Tembus Fase Gugur Mini Soccer Porwasu 2026
KOMUNITAS

Tergabung di Grup B, Forwakum FC Optimistis Tembus Fase Gugur Mini Soccer Porwasu 2026

8 April 2026
Terima Audiensi ISARAH, Rico Waas : Rakernas Harus Ada Roadmap Nyata untuk Masyarakat
KOMUNITAS

Terima Audiensi ISARAH, Rico Waas : Rakernas Harus Ada Roadmap Nyata untuk Masyarakat

8 April 2026
Bangga Jadi Bagian dari IKAPTK, Rico Waas : Bukan Sekadar Organisasi Profesi, Tapi Tempat Berbagi
KOMUNITAS

Bangga Jadi Bagian dari IKAPTK, Rico Waas : Bukan Sekadar Organisasi Profesi, Tapi Tempat Berbagi

8 April 2026
Laskar Gibran Sumut Bangun Organisasi Profesional dan Modern
KOMUNITAS

Laskar Gibran Sumut Bangun Organisasi Profesional dan Modern

6 April 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In