Pendiri Kesultanan Deli umumnya dianggap Tuanku Panglima Gocah Pahlawan pada awal abad ke-17.
Ia awalnya merupakan panglima yang dikirim oleh Kesultanan Aceh ketika Aceh memperluas pengaruhnya ke pantai timur Sumatra pada masa pemerintahan Iskandar Muda.
Gocah Pahlawan dipercaya berasal dari kalangan bangsawan atau panglima yang berhubungan dengan Aceh.
Ia diangkat menjadi wakil Aceh di wilayah Deli dan menikah dengan putri lokal dari daerah Sunggal.
Dari kedudukannya itu kemudian berkembang pemerintahan lokal yang menjadi cikal bakal Kesultanan Deli.
Pusat awal pemerintahannya berada di kawasan Labuhan Deli sebelum kemudian berkembang ke Medan.
Kesultanan Deli kemudian menjadi salah satu kerajaan Melayu penting di Sumatra Timur, terutama pada abad ke-19 saat perdagangan tembakau berkembang pesat di wilayah Medan dan sekitarnya.
Asal-usul Tuanku Panglima Gocah Pahlawan memang masih diperdebatkan. Ada beberapa versi berbeda dalam tradisi sejarah Melayu dan catatan kolonial.
Salah satu versi menyebut ia berasal dari India, khususnya dari kawasan Gujarat, Hindustan, atau keturunan Muslim India/Turki yang datang melalui Kesultanan Aceh.
Versi ini muncul karena nama “Gocah/Gocak” kadang dikaitkan dengan istilah asing, ia disebut sebagai panglima profesional dari luar Sumatra, dan pada masa Iskandar Muda memang banyak tentara, ulama, dan pedagang asing datang ke Aceh, termasuk dari India, Persia, Arab, dan Turki.
Namun ada juga versi lain bahwa ia orang Aceh, atau keturunan campuran lokal dan asing, bahkan ada hikayat yang menghubungkannya dengan etnis Karo atau Melayu setempat.
Karena sumber sejarah abad ke-17 di Sumatra Timur masih terbatas, para sejarawan belum bisa memastikan secara mutlak asal etnisnya.
Sementara sumber berita ini fakta atau mitos, dikutip dari salah satu sumber media sosial fb akun Ariffani Abdulah (Rudi)



























