MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Produk kosmetik lokal kelas atas, Marnia, resmi diperkenalkan di Kota Medan setelah sebelumnya diluncurkan di Jakarta pada 23 Agustus 2026. Selain mengusung kualitas dan bahan yang telah teruji serta terdaftar di BPOM, Marnia membawa misi sosial dengan mengalokasikan 30 persen keuntungan untuk membantu anak penyandang autisme dan kanker.
Pemilik Marnia, Prof. Adjunct Dr. Marniati, mengatakan Marnia dibangun sebagai merek kosmetik Indonesia yang menyasar segmen kelas atas, tetapi tetap menghadirkan produk dengan harga yang relatif terjangkau.
“Marnia hadir untuk Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa produk Indonesia bisa bersaing di Asia dan tidak kalah dengan produk dari Korea maupun negara Asia lainnya,” ujar Marniati dalam peluncuran Marnia di Medan, Sabtu (13/9/2026).
Untuk tahap awal, Marnia menghadirkan produk lipstik dalam 14 pilihan warna dengan tiga varian, yakni Glossy Lip Glaze, Matte Lip Glaze, dan Velvet Lip.
Marniati mengatakan salah satu keunggulan Marnia adalah penggunaan vitamin E yang menjadi kandungan dominan dalam produk. Kandungan tersebut ditujukan tidak hanya untuk mempercantik tampilan bibir, tetapi juga membantu menjaga kesehatan dan kelembapannya.
“Bagi kami, lipstik bukan hanya untuk membuat bibir cantik, tetapi juga merawat. Kandungannya sudah diuji bertahun-tahun untuk menghasilkan produk yang bisa membantu menjaga bibir tetap sehat,” katanya.
Marnia menyasar konsumen berusia 20 hingga 60 tahun, dengan fokus awal pada kalangan dewasa. Selanjutnya, produk akan dikembangkan untuk menyasar konsumen remaja, termasuk generasi Z yang selama ini banyak menggemari produk kosmetik dari Korea.
Menurut Marniati, Marnia juga disiapkan untuk masuk ke pasar Asia. Setelah peluncuran di Jakarta dan Medan, Marnia dijadwalkan melakukan ekspansi ke Malaysia dan Thailand.
“Kami ingin generasi kita mencintai produk Indonesia. Brand Indonesia harus bisa masuk ke pasar Asia dan membuktikan bahwa produk kita juga memiliki kualitas yang baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan produk Marnia akan terus dilakukan. Pada 2027 hingga 2028, perusahaan berencana meluncurkan sejumlah produk kosmetik lainnya, seperti blush on, eyeshadow, dan berbagai produk kecantikan lainnya.
Dari sisi harga, produk lipstik Marnia saat ini dibanderol Rp249.900. Harga tersebut dinilai masih berada pada segmen menengah dengan kualitas yang ditawarkan.
Selain bisnis, Marniati menegaskan Marnia sejak awal dibangun dengan kepedulian terhadap kemanusiaan melalui pembentukan Marnia Coserity.
“Kami tidak hanya ingin berbisnis. Ada kepedulian terhadap kemanusiaan. Komitmen kami, 30 persen keuntungan akan dibagikan untuk anak-anak autis dan kanker,” katanya.
Peluncuran di Medan juga dirangkai dengan kegiatan sosial. Turut hadir Raja Muda Perlis, Malaysia, Duli Yang Teramat Mulia (DYTM) Tuanku Syed Faizuddin Putra ibni Syed Sirajuddin Jamalullail dan istrinya Dr. Hajah Lailatul Shahreen Akashah Khalil yang secara simbolis menyerahkan bantuan perdana bagi anak penyandang autisme. Sebanyak 10 anak autis menjadi penerima santunan dalam kegiatan tersebut.
Marniati yang juga merupakan Rektor Universitas Deztron Indonesia di Kota Medan mengatakan, Medan dipilih sebagai kota kedua peluncuran karena merupakan salah satu kota besar di Indonesia sekaligus memiliki potensi pasar kosmetik yang cukup besar.
“Medan adalah kota saya bertugas. Karena itu, kami memilih Medan sebagai kota kedua setelah Jakarta,” pungkasnya. (RED)




















