MEDAN (HARIANSTAR.COM)- Sempat unggu dua gol namun PSMS Medan harus puas membawa pulang satu poin usai ditahan imbang 2-2 tuan rumah Sumsel United.
Pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/2027 yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (13/9/2026), PSMS Medan menyia-nyiakan keunggulan dua gol mereka di babak pertama.
Bertanding di depan publik setianya Sumsel United berhasil bangkit dan mengejar defisit dua gol mereka di babak kedua.
Pemain PSMS, Phillerson Oliveira membuka keunggulan melalui titik putih pada menit kelima, dan striker anyar Javier Siverio menggandakan skor pada menit ke-29.
Namun, keunggulan tersebut buyar setelah turun minum. Sumsel United bangkit melalui gol Fajar Firdaus pada menit ke-49 dan Hibiki Mochizuki sembilan menit kemudian.
Situasi PSMS semakin berat setelah kiper Rudi N Razak mendapat kartu merah. Bermain dengan 10 pemain membuat PSMS harus bekerja ekstra keras untuk mempertahankan hasil imbang hingga pertandingan berakhir.
Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, mengakui laga tandang pertama musim ini memang tidak mudah. Ia menilai para pemain sudah berusaha maksimal untuk mendapatkan kemenangan.
“Pertandingan seru di laga awal away tidak mudah, tapi pemain telah berusaha untuk mendapatkan tiga poin. Yang terjadi adalah kita dapat satu poin,” kata Eko seusai pertandingan.
Menurut Eko, PSMS sebenarnya mampu tampil dominan dan menciptakan sejumlah peluang. Hanya saja, performa tim mengalami penurunan setelah memasuki babak kedua.
“Kita tampil dominan dan banyak peluang. Di babak kedua kita lengah, kurang konsisten. Terjadinya kartu merah juga sangat berpengaruh kepada tim,” ujarnya.
Eko mengaku sudah mengingatkan pemain saat jeda agar tetap menjaga konsentrasi. Namun, PSMS justru kebobolan pada awal babak kedua yang kemudian mengubah jalannya pertandingan.
“Babak kedua tadi saya sampaikan kita harus konsisten. Kita lengah di menit pertama babak kedua sehingga terjadinya gol, tambah satu gol lagi dan ada kartu merah. Tapi pemain tetap fight. Ke depannya kita perbaiki,” tegasnya.
Eko juga menilai permainan PSMS pada babak kedua terlalu terburu-buru. Sirkulasi bola yang tidak tenang membuat tim kehilangan kontrol permainan.
“Babak kedua terlalu buru-buru, memberikan bola buru-buru selalu ke depan. Ditambah gol pertama dari Sumsel menambah lose konsentrasi kita. Tapi itulah pertandingan,” katanya.
Selain mengevaluasi hasil pertandingan, Eko turut menyinggung regulasi I.League yang mewajibkan klub memainkan dua pemain U-21. Menurutnya, aturan tersebut harus segera direspons dengan memberikan kesempatan sekaligus menjaga perkembangan pemain muda.
“I.League menerapkan dua pemain U-21, tentu ada tujuannya untuk tim nasional. Kita harus cepat adaptasi untuk next ke depannya. Kita tetap maintenance pemain muda kita ke depannya,” ucap Eko.
Sementara itu, pemain senior PSMS Manahati Lestusen menegaskan tim datang ke Palembang dengan target tiga poin. Meski gagal membawa kemenangan, ia memilih mengambil sisi positif dari hasil tersebut.
“Kita di sini fokus ambil tiga poin, cuma di pertandingan kita dapat satu poin. Kita syukuri hasilnya. Mungkin next selanjutnya kita akan perbaiki apa yang jadi kekurangan kita,” kata Manahati.
Manahati juga melihat regulasi pemain U-21 sebagai kesempatan penting bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding. Namun, keputusan mengenai pemanfaatan pemain muda tetap diserahkan kepada tim pelatih.
“Bagi saya bagus buat pemain muda, buat jam terbang mereka. Kita kembalikan lagi ke pelatih karena lebih paham,” ujarnya.
Hasil imbang tersebut membuat PSMS mengawali kompetisi dengan satu poin. Eko Purdjianto kini memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki konsistensi permainan jelang laga berikutnya menghadapi Persiku Kudus di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu (20 September 2026) pukul 15.30 WIB. (*)




















