• Latest
  • Trending
  • All
Alarm Hari Bumi: Pakar UPER Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia

Alarm Hari Bumi: Pakar UPER Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia

5 Mei 2026
Fokus Perkuat Dana Murah dan Transformasi Sistem IT, BSI Bukukan Laba Rp3,39 Triliun Tumbuh 16,73% Pada Mei 2026

Fokus Perkuat Dana Murah dan Transformasi Sistem IT, BSI Bukukan Laba Rp3,39 Triliun Tumbuh 16,73% Pada Mei 2026

9 Juli 2026
OJK Dorong Penguatan Tata Kelola Modern untuk Wujudkan Sektor Keuangan Berintegritas

OJK Dorong Penguatan Tata Kelola Modern untuk Wujudkan Sektor Keuangan Berintegritas

9 Juli 2026
Kejati Sumut dan Poldasu Diminta Periksa Dana Revitalisasi SDN 054936, Diduga Mark up Anggaran

Kejati Sumut dan Poldasu Diminta Periksa Dana Revitalisasi SDN 054936, Diduga Mark up Anggaran

9 Juli 2026
Aksi Unjuk Rasa di PT Medan, Massa Tuntut Pemeriksaan Ulang Kasus David Chandra

Aksi Unjuk Rasa di PT Medan, Massa Tuntut Pemeriksaan Ulang Kasus David Chandra

9 Juli 2026
Diupah Rp 50 Juta, Hendak Dikirim ke Jambi, 25 Kg Sabu Disembunyikan di Speaker

Diupah Rp 50 Juta, Hendak Dikirim ke Jambi, 25 Kg Sabu Disembunyikan di Speaker

8 Juli 2026
Plt. Bupati Langkat Dorong UMKM Tembus Ritel Modern Hingga Pasar Internasional

Plt. Bupati Langkat Dorong UMKM Tembus Ritel Modern Hingga Pasar Internasional

8 Juli 2026
Plt. Bupati Langkat Perjuangkan Percepatan Bantuan Korban Banjir

Plt. Bupati Langkat Perjuangkan Percepatan Bantuan Korban Banjir

8 Juli 2026
Nekat, Dua Mahasiswa Edarkan Ganja, Polisi Buru Pemasok

Nekat, Dua Mahasiswa Edarkan Ganja, Polisi Buru Pemasok

8 Juli 2026
PWI Pusat Berduka, Wartawan Senior H.Diapari Sibatangkayu Wafat

PWI Pusat Berduka, Wartawan Senior H.Diapari Sibatangkayu Wafat

8 Juli 2026
Buka Jambore Daerah XI Sumut 2026, Wagub Surya Ajak Pramuka Jadi Teladan dan Generasi Pembawa Solusi

Buka Jambore Daerah XI Sumut 2026, Wagub Surya Ajak Pramuka Jadi Teladan dan Generasi Pembawa Solusi

8 Juli 2026
Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia Menyatukan Asa, Menguatkan Solidaritas, Membangun Kesejahteraan

Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia Menyatukan Asa, Menguatkan Solidaritas, Membangun Kesejahteraan

8 Juli 2026
Festival Sastra Museum Dorong Gen Z Jadikan Museum Ruang Kreatif dan Inspirasi Masa Depan

Festival Sastra Museum Dorong Gen Z Jadikan Museum Ruang Kreatif dan Inspirasi Masa Depan

8 Juli 2026
Kamis, Juli 9, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home KESEHATAN

Alarm Hari Bumi: Pakar UPER Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia

by Ratih
5 Mei 2026
in KESEHATAN, PENDIDIKAN
Alarm Hari Bumi: Pakar UPER Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia

Dok: Dr. Koko saat mempresentasikan karya ilmiahnya dalam konferensi International Sustainable Built Environment 2025 (SBE25) di Trondheim, Norwegia. [Ist]

FacebookWhatsappTelegram

JAKARTA (HARIANSTAR.COM) – Peringatan Hari Bumi 22 April lalu menjadi titik balik untuk mengevaluasi langkah nyata Indonesia dalam menghadapi krisis iklim.

Laporan STOP Methane Project dari UCLA (2025) mengungkap fakta mengejutkan, lokasi pembuangan sampah di Jakarta terdeteksi satelit sebagai penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia dalam kategori fasilitas limbah global.

Baca Juga

Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia Menyatukan Asa, Menguatkan Solidaritas, Membangun Kesejahteraan

TOP BUMD Awards 2026: RSU Haji Medan Raih Golden Trophy dan BLUD Bintang 5

Sulap Minyak Jelantah Jadi Produk Perawatan Sepatu, Mahasiswa UPER Raih Pendanaan P2MW 2026

Gas metana yang dilepaskan dari tumpukan sampah organik ini memiliki kekuatan memanaskan bumi hingga 80 kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida (CO2).

Ir. I Wayan Koko Suryawan, Ph.D., pakar Teknik Lingkungan Universitas Pertamina (UPER), menegaskan bahwa temuan ini adalah alarm keras.

“Data satelit tidak bisa berbohong. Ketika Jakarta menempati posisi kedua dunia, itu artinya kita sedang menghadapi bom waktu iklim. Satu titik emisi TPA yang pekat di Jakarta bisa menyumbang pemanasan global setara dengan polusi dari satu juta mobil SUV dalam setahun,” ujar Dr. Koko.

Data Kementerian Lingkungan Hidup (2025) memperkuat urgensi ini: dari 56,63 juta ton sampah nasional tahunan, sebanyak 21,85% masih ditimbun secara terbuka (open dumping). Hal inilah yang memicu pelepasan gas metana yang sangat pekat hingga terdeteksi oleh teknologi satelit internasional.

Melalui riset terbarunya berjudul “Achieving Zero Waste for Landfills by Employing Adaptive Municipal Solid Waste Management Services”, Dr. Koko menawarkan solusi adaptif untuk memutus rantai emisi ini langsung dari sumbernya. Penelitian ini telah diterbitkan di jurnal internasional bereputasi, Ecological Indicators (Elsevier), yang memiliki H-Index 146 dan masuk dalam kategori jurnal Q1 — peringkat tertinggi dalam kualitas jurnal ilmiah.

Dalam kajiannya yang melibatkan 651 warga Jakarta dari kawasan kumuh dan non-kumuh, Dr. Koko menemukan fakta menarik: warga Jakarta sebenarnya sudah sangat sadar bahwa memilah sampah itu penting. Namun, kesadaran ini “macet” dan tidak menjadi aksi nyata karena fasilitas yang tersedia belum mendukung.

“Masyarakat kita sudah paham, tapi mereka bingung harus bertindak bagaimana karena sistemnya belum siap. Karena itu, Jakarta tidak bisa lagi cuma mengandalkan imbauan. Kita butuh cara yang lebih dekat dengan warga, seperti sistem pengingat di ponsel, memaksimalkan bank sampah, hingga menggerakkan tokoh masyarakat atau kader lokal sebagai contoh di lingkungan masing-masing,” jelas Dr. Koko.

Riset ini turut menyoroti perbedaan kebutuhan warga. Bagi masyarakat di kawasan elit, teknologi Smart City dan sensor pengangkutan sampah digital adalah solusinya. Sementara bagi warga di pemukiman padat, yang paling mendesak adalah kepastian sampah mereka diangkut tepat waktu dan adanya wadah pemilahan yang memadai. Tanpa solusi yang menyentuh akar rumput ini, peringkat Jakarta sebagai penyumbang metana dunia akan sulit diperbaiki.

Dr. Koko turut menyarankan percepatan teknologi penangkapan gas metana (Landfill Gas/LFG) di TPA Bantargebang untuk dikonversi menjadi energi listrik, mengingat kapasitas infrastruktur saat ini masih jauh dari optimal. Selain investasi teknologi, kunci perbaikan peringkat Jakarta sebagai penyumbang metana dunia terletak pada transparansi data emisi yang proaktif serta solusi inklusif yang menyentuh akar rumput, sehingga pemerintah tidak hanya bergantung pada laporan satelit asing untuk memantau krisis ekologis di wilayahnya sendiri.

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, S.Si., M.Si., menegaskan peran UPER sebagai institusi berbasis sains dan teknologi yang didirikan PT Pertamina (Persero) dalam mengatasi krisis ini.

“UPER berkomitmen menghadirkan riset terapan dan teknologi penangkapan metana untuk memastikan era open dumping segera berakhir sesuai UU No. 18 Tahun 2008, demi mendukung SDG 11 (Kota Berkelanjutan) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim),” tutupnya.” tutup Prof. Djoko. (*)

Post Views: 750
Tags: 22 AprilBahaya Gas MetanaHari BumiKrisis TPAPakar UPER
ShareSendShare
Ratih

Ratih

Baca Juga

Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia Menyatukan Asa, Menguatkan Solidaritas, Membangun Kesejahteraan
PENDIDIKAN

Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia Menyatukan Asa, Menguatkan Solidaritas, Membangun Kesejahteraan

8 Juli 2026
TOP BUMD Awards 2026: RSU Haji Medan Raih Golden Trophy dan BLUD Bintang 5
KESEHATAN

TOP BUMD Awards 2026: RSU Haji Medan Raih Golden Trophy dan BLUD Bintang 5

6 Juli 2026
Sulap Minyak Jelantah Jadi Produk Perawatan Sepatu, Mahasiswa UPER Raih Pendanaan P2MW 2026
PENDIDIKAN

Sulap Minyak Jelantah Jadi Produk Perawatan Sepatu, Mahasiswa UPER Raih Pendanaan P2MW 2026

4 Juli 2026
Bisakah Gempa Ganda seperti di Venezuela Terjadi di Indonesia? Pakar UPER Beri Penjelasan Ilmiahnya
PENDIDIKAN

Bisakah Gempa Ganda seperti di Venezuela Terjadi di Indonesia? Pakar UPER Beri Penjelasan Ilmiahnya

4 Juli 2026
Columbia Asia Hospital Aksara Edukasi Pentingnya Kesehatan Orang Tua bagi Pertumbuhan Anak
KESEHATAN

Columbia Asia Hospital Aksara Edukasi Pentingnya Kesehatan Orang Tua bagi Pertumbuhan Anak

3 Juli 2026
UPER Jadi Tuan Rumah SDGs Center Conference 2026
PENDIDIKAN

UPER Jadi Tuan Rumah SDGs Center Conference 2026

30 Juni 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In