TANGGERANG (HARIANSTAR.COM) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya memperkuat tata kelola dan integritas sektor jasa keuangan guna menciptakan industri yang tangguh, transparan, dan mampu menjawab tantangan era digital di tengah dinamika serta kompleksitas risiko yang terus berkembang.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, dalam kuliah umum bertema “Governance Excellence: Tata Kelola Modern dan Integritas Publik” di Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, Selasa (7/7/2026).
Kuliah umum tersebut merupakan bagian dari rangkaian Roadshow Governansi OJK yang diselenggarakan secara berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya penerapan tata kelola yang baik dan nilai-nilai integritas.
Sophia mengatakan, penguatan tata kelola menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus membangun dan mempertahankan kepercayaan publik di tengah pesatnya transformasi digital.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa transformasi digital tidak hanya menghadirkan berbagai peluang bagi sektor jasa keuangan, tetapi juga meningkatkan kompleksitas risiko yang berasal dari teknologi, sumber daya manusia, proses bisnis, hingga ekosistem digital yang semakin saling terhubung.
“Salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan integritas publik di era digital adalah meningkatnya ancaman fraud dan serangan siber yang semakin kompleks. Oleh karena itu, pendekatan tata kelola modern tidak dapat lagi bersifat reaktif. Organisasi harus membangun resilience, yaitu kemampuan untuk mencegah, mendeteksi, merespons, dan memulihkan diri secara cepat ketika menghadapi ancaman,” ujar Sophia.
Menurutnya, tata kelola yang efektif juga berfungsi melindungi kepentingan para pemangku kepentingan, termasuk nasabah, investor, konsumen, dan pihak terkait lainnya, sekaligus mendorong akuntabilitas, transparansi, serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Direktur Bidang Akademik PKN STAN Agus Bandiyono, Komite Etik Level Governance OJK Prof. Niki Lukviarman, Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi, dan Kepala OJK Provinsi Banten Adi Dharma. Kuliah umum ini diikuti lebih dari 600 mahasiswa secara luring maupun daring.
Pada kesempatan itu, Agus Bandiyono mengapresiasi penyelenggaraan kuliah umum oleh OJK sebagai wujud sinergi antara regulator dan institusi pendidikan dalam menanamkan budaya tata kelola yang baik serta integritas kepada generasi muda.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk berperan aktif memperkuat integritas publik sebagai bekal dalam menjalankan tugas, baik di sektor publik maupun sektor jasa keuangan.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap dapat membangun karakter generasi muda yang berintegritas, beretika, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai tata kelola modern sebagai fondasi dalam membangun kepercayaan publik.
Melalui Roadshow Governansi, OJK juga berharap nilai-nilai tata kelola yang baik dan integritas semakin tertanam dalam karakter, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan generasi muda Indonesia. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi etika, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam mendukung terwujudnya sektor jasa keuangan yang sehat, berintegritas, dan berkelanjutan.



























