BEIRUT (HARIANSTAR.COM) – Meskipun AS memediasi kesepakatan kerangka kerja antara Lebanon dan Israel.
Namun, Israel melakukan serangan udara dan menembakkan artileri di Lebanon Selatan pada Minggu (5/7/2026).Laporan media Lebanon dikutip dari Anadolu, Senin (6/7/2026) melapotkan ini merupakan pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Kantor berita negara NNA mengatakan pesawat tempur Israel menyerang lingkungan Al-Hariq yang terletak di antara kota Kfartebnit dan Nabatieh al-Fawqa di Lebanon selatan. Belum ada informasi yang tersedia mengenai korban luka.
Menurut kantor berita tersebut, artileri Israel menembaki pinggiran kota Qantara di selatan, sementara sebuah drone Israel menjatuhkan granat kejut di kota Mansouri di distrik Tyre. Pasukan Israel juga melakukan ledakan di kota Tayri di distrik Bint Jbeil.
NNA juga melaporkan penerbangan drone Israel yang intensif di atas desa-desa dan kota-kota di sekitar kota pesisir selatan Tyre.
Serangan terbaru ini terjadi meskipun ada kesepakatan kerangka kerja yang ditandatangani antara Lebanon dan Israel pada 26 Juni di bawah mediasi AS, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik dan mengamankan penarikan Israel dari wilayah Lebanon.
Sejak 2 Maret 2026, operasi militer Israel di Lebanon telah menewaskan sedikitnya 4.303 orang dan melukai 12.202 lainnya, menurut pihak berwenang Lebanon, sementara lebih dari satu juta orang mengungsi.



























