TEHERAN (HARIANSTAR.COM) – Iran menyatakan tidak akan menyetujui perjanjian atau komitmen dan kesepakatan apapun dengan Amerika Serikat sampai hak hak Iran dijamin.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dalam sesi virtual Majelis Permusyawaratan Islam yang menandai dimulainya tahun ketiga Parlemen ke-12 pada hari Minggu (31/5/2026).
Ghalibaf mengatakan para anggota parlemen akan mengikuti arahan strategis yang baru-baru ini disampaikan oleh Pemimpin Revolusi Islam, dan menggambarkan pesan tersebut sebagai peta jalan untuk pekerjaan legislatif di masa depan.
“Para prajurit di medan pertempuran perjuangan diplomatik sama sekali tidak mempercayai kata-kata dan janji-janji musuh,” kata Ghalibaf dikutip dari IRNA, Senin (1/6/2026).
“Kriteria kami adalah pencapaian nyata yang harus kami raih, dan hanya sebagai imbalan atas pencapaian tersebut kami akan memenuhi komitmen kami. Sampai kami yakin bahwa kami telah menjamin hak-hak bangsa Iran, kami tidak akan menyetujui perjanjian apa pun.”
Ghalibaf juga menyampaikan penghormatan kepada Pemimpin Revolusi Islam yang gugur, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Ia mengenang pemimpin tertinggi itu yang telah membimbing revolusi Islam selama 37 tahun dan meletakkan fondasi Iran yang kuat, mandiri dan berkuasa.
Ghalibaf juga menyampaikan terimakasih kepada Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei atas pesan strategis yang diberikan kepada parlemen dan menyebutnya sebagai panduan penting bagi para legislator
Ia juga menekankan bahwa hasil nyata, bukan janji, akan tetap menjadi dasar keputusan Iran dalam negosiasi diplomatik.



























