TEHERAN (HARIANSTAR.COM) – Amerika Serikat (AS) tidak diizinkan untuk menentukan waktu perang dan perdamaian
Hal itu ditegaskan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmael Baghei pada konferensi pers mingguan di Teheran pada hari Senin, saat ditanya tentang klaim Iran dan tanggapan AS terhadap rencana Pakistan dan Qatar untuk bernegosiasi mengakhiri perang agresi Amerika terhadap Iran.
“Saya tidak tahu bagaimana menurut Anda mereka akan mengelola perang ini, perang yang seharusnya memaksa Iran untuk menyerah, tetapi mereka telah terjebak dalam rawa selama 5 bulan,” katanya dikutip dari Tasnim.
Mereka berjuang dalam situasi yang mereka ciptakan sendiri bersama rezim Zionis, ujarnya.
Baqaei menekankan, yang mendasar bagi kami adalah kepentingan nasional. Memutuskan masalah suatu negara bukanlah persamaan dengan beberapa hal yang tidak diketahui. Yang menentukan bagi kami adalah keamanan dan kepentingan nasional (Iran), dan keputusan mengenainya dibuat dalam proses tertentu.
“Kami tidak akan membiarkan AS menentukan waktu perang dan damai, dan kami akan membela diri selama diperlukan,” ujarnya.
Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan perang agresi ilegal mereka terhadap Iran pada 28 Februari. Namun, empat puluh hari kemudian, pada 8 April, AS dan Israel terpaksa menerima gencatan senjata di tengah perlawanan dan operasi pembalasan yang sukses dilakukan Iran.
Pada tanggal 17 Juni, Teheran dan Washington menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang dimediasi oleh Pakistan untuk mengakhiri semua permusuhan dan mempersiapkan negosiasi lebih lanjut.
Namun, Washington melanggar semua ketentuan dalam kesepahaman tersebut, sehingga mendorong Iran untuk memberikan tanggapan yang tegas.




















