MEDAN (HARIANSTAR.COM)- PSMS Medan kembali menunjukkan kualitasnya sebagai kandidat kuat tim promosi tahun ini.
Dalam duel bertajuk Derby Sumatera menghadapi Persiraja Banda Aceh, Ayam Kinantan pesta Lima Gol pada lanjutan Indonesia Championship (Liga 2) Sabtu (7/11/2026) malam tadi.
Javier Siverio menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Laskar Rencong. Penyerang asal Spanyol tersebut mencetak empat gol sekaligus atau quattrick, sementara satu gol lainnya disumbangkan Raihan Utama.
Kekalahan ini sekaligus menjadi hasil paling mencolok yang dialami Persiraja sepanjang musim ini.
Kemenangan tersebut semakin istimewa karena PSMS memperpanjang catatan sempurna di kandang sekaligus menjaga Keangkeran Stadion Utama Sumatera Utara.
Pasukan Eko Purdjianto mencatatkan empat kemenangan kandang secara beruntun, sekaligus memperlihatkan betapa sulitnya lawan membawa pulang poin dari markas Ayam Kinantan.
Meski menang dengan skor mencolok, pertandingan tidak langsung berjalan mudah bagi tuan rumah. Persiraja sempat memberikan perlawanan dan membuat PSMS kesulitan mengembangkan permainan, terutama dalam 20 menit pertama.
Namun, kesabaran akhirnya menjadi pembeda. PSMS mulai menemukan celah di pertahanan Persiraja. Javier Siverio membuka pesta gol tuan rumah pada menit ke-34. Hanya berselang satu menit, situasi pertandingan berubah setelah Rangga Bolang menerima kartu merah pada menit ke-35. Persiraja pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan PSMS untuk meningkatkan tekanan. Siverio kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-44, sekaligus menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Belum sempat Persiraja mengatur kembali pertahanannya, Raihan Utama mencetak gol ketiga PSMS pada menit ke-45. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan telak 3-0 bagi Ayam Kinantan.
Memasuki babak kedua, PSMS tidak mengendurkan serangan. Eko Purdjianto meminta anak asuhnya tetap menjaga intensitas permainan dan terus mencari peluang untuk menambah keunggulan.
Persiraja yang bermain dengan 10 orang memang lebih banyak tertekan. Namun, tim tamu tetap menunjukkan perlawanan. Beberapa kali mereka mampu membangun serangan dan menciptakan peluang yang memaksa barisan pertahanan PSMS bekerja keras.
Nirbobol menjadi catatan penting bagi tuan rumah. Sebab, meski unggul jauh, PSMS tidak ingin kehilangan konsentrasi hingga pertandingan berakhir.
Di tengah dominasi tersebut, Siverio kembali memperlihatkan ketajamannya. Striker yang kini mengoleksi 15 gol bersama PSMS itu mencetak gol ketiganya pada menit ke-73.
Lima menit berselang, tepatnya menit ke-78, Siverio kembali membobol gawang Persiraja. Gol tersebut sekaligus memastikan quattrick dan melengkapi kemenangan fantastis PSMS menjadi 5-0.
Usai pertandingan, pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengapresiasi kerja keras seluruh pemain yang mampu menjaga konsentrasi sejak awal hingga peluit panjang dibunyikan.
“Kami apresiasi perjuangan pemain sampai peluit panjang dibunyikan wasit. Semua pemain fokus dari awal sampai akhir. Alhamdulillah, tidak kemasukan. Terima kasih untuk semua pemain yang perjuangannya sangat luar biasa malam ini,” kata Eko.
Mantan pelatih PSIS Semarang tersebut mengakui timnya sempat mengalami kesulitan membongkar pertahanan Persiraja yang menerapkan strategi bertahan dengan blok rendah atau low block.
Menurutnya, para pemain sempat terlalu terburu-buru ingin mencetak gol sehingga sejumlah peluang tidak dapat dimaksimalkan.
“Tadi memang kita beberapa kali tidak bisa menciptakan peluang. Pemain kurang sabar, tapi lawan main low block. Dengan kesabaran pemain memainkan bola, alhamdulillah kita bisa memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Eko juga menilai kemenangan tanpa kebobolan menjadi modal penting bagi PSMS untuk menjaga konsistensi dalam persaingan kompetisi musim ini.
Sementara itu, Javier Siverio tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya setelah mencetak empat gol dalam pertandingan sarat gengsi tersebut.
Penyerang asal Spanyol itu mengakui pertandingan awalnya berjalan lebih sulit daripada yang diperkirakan. Namun, perjuangan seluruh pemain membuat PSMS mampu mengendalikan pertandingan, terlebih setelah Persiraja kehilangan satu pemain akibat kartu merah.
“Pertandingan dimulai sedikit lebih sulit dari yang kami perkirakan. Namun, kami bertarung dan bertahan. Mereka mulai sedikit lebih agresif, lalu kami juga tampil menyerang dan mencetak gol. Mereka kemudian mendapatkan kartu merah,” kata Siverio.
Dia juga menilai capaiannya tersebut tidak terlepas dari andil pemain PSMS lainnya.
“Saya pikir ketika mereka bermain dengan 10 pemain di kandang kami, kami menciptakan banyak peluang dan mencetak gol.”
Siverio juga menyinggung persaingan di Championship yang menurutnya tetap kompetitif. Ia menyebut pengalaman bermain di kompetisi sebelumnya tidak serta-merta membuat perjalanan musim ini menjadi mudah.
“Kompetisi ini juga sulit. Namun, ini saatnya kami terus maju,” tuturnya.
Mengenai empat gol yang dicetaknya, Siverio justru menolak menganggap pencapaian tersebut sebagai keberhasilan pribadi semata.
Ia menegaskan kontribusi rekan-rekannya, mulai dari pemain sayap, gelandang serang hingga seluruh pemain yang terlibat dalam proses membangun serangan, menjadi faktor penting di balik ketajamannya.
“Saya sangat senang bisa mencetak gol, tetapi itu terjadi karena kami semua bermain sangat bagus. Sebagai striker, saya mendapatkan banyak peluang karena teman-teman, pemain sayap, gelandang serang dan kerja keras semua pemain,” ungkapnya.
Kemenangan 5-0 atas Persiraja bukan sekadar tambahan tiga poin bagi PSMS. Hasil ini juga menjadi pernyataan kuat Ayam Kinantan di hadapan rival abadinya sekaligus menjaga kepercayaan diri tim dalam perburuan target promosi ke Liga 1. Apa lagi dengan kemenangan itu, PSMS sementara berada di puncak klasemen Grup A dengan 20 poin. (*)


























