WASHINGTON (HARIANSTAR.COM) -Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari setelah pembicaraan yang berlangsung di Washington, D.C.
Gencatan senjata tersebut dijadwalkan mulai berlaku pukul 17.00 waktu AS bagian timur (EST) pada Kamis. Kesepakatan ini disebut sebagai langkah awal menuju upaya perdamaian yang lebih luas di kawasan.
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa kesepakatan ini tercapai setelah komunikasi langsung dengan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia menyebut pembicaraan tersebut berlangsung positif.
“Untuk mencapai perdamaian, mereka akan memulai gencatan senjata 10 hari. Mari kita selesaikan ini!” tulis Trump, dikutip dari rmol, Jumat (17/4/2026).
Trump juga mengungkap bahwa pertemuan antara Israel dan Lebanon di Washington merupakan yang pertama dalam 34 tahun. Pertemuan itu turut melibatkan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.
Ia menambahkan dirinya telah menginstruksikan Wakil Presiden JD Vance, bersama Rubio dan pimpinan militer AS, untuk bekerja sama dengan kedua negara dalam mendorong terciptanya “perdamaian yang langgeng”.
Di sisi lain, data dari otoritas kesehatan Lebanon menunjukkan bahwa konflik sejak awal Maret telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan memaksa sekitar 1,2 juta warga mengungsi.
Meski demikian, pengumuman Trump ini memicu reaksi beragam. Sejumlah pejabat Israel dilaporkan tidak senang karena pengumuman dilakukan sebelum pembahasan resmi di kabinet keamanan mereka. Namun, Netanyahu disebut tetap menyetujui dimulainya gencatan senjata tersebut atas dorongan dari Trump.
Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju stabilitas di kawasan, meskipun tantangan besar masih membayangi implementasinya di lapangan.



























