MEDAN (HARIANSTAR.COM) –
Sekelompok pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Indonesia (JMI), kembali menggelar aksi demo di depan kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI di Jakarta.
Tuntutannya tetap sama, meminta Menteri Agama Yaqul Cholil Caumas agar secepatnya mencopot Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, Prof. Nurhayati, serta mengusut tuntas kasus dugaan promosi doktor yang dilakoni Ketua salah satu Ormas keagamaan terbesar di Sumatera Utara.
Demo ini sudah jilid keempat, sebelumnya, pada Kamis (16/11/2023), JMI menggelar demo di Kemenag RI dengan berbagai orasi. Kemudian, pada Senin (20/11/2023), JMI beraksi lagi dengan membawa seekor bebek sebagai isyarat agar Menteri Agama tidak membebek dalam kasus-kasus yang ada di UIN Sumatera Utara Medan.
Kamis, (23/11/2023), JMI kembali lagi dengan membawa keranda putih, sebagai isyarat telah matinya kepedulian Kemenag terhadap kasus yang terjadi di UIN Sumut.
Aksi Jaringan mahasiswa Indonesia (JMI) ini awalnya berjalan lancar. Tapi, karena Menteri Agama dan pejabat lainnya tak mau turun, aksi dialihkan ke jalan raya di depan gedung Kemenag RI. Setelah itu pendemo kembali berorasi di depan pintu gerbang Kemenag RI. Di sini, nyaris terjadi keributan dengan petugas keamanan Kemenag, karena pendemo tak diizinkan masuk. Alhasil, terjadi dorong-dorongan di pintu gerbang.
Melihat situasi ini, penanggungjawab aksi, Ahmad Ridwan Dalimunthe ingin melanjutkan aksi ke Istana Negara. Tapi, di tengah perjalanan, setelah berkoordinasi dengan aparat dari Polda Metro Jaya, aksi ke Istana Negara itu diundurkan.
“Kami akan demo khusus ke Istana Negara beberapa hari lagi,“ kata Ridwan kepada awak media, Kamis (21/12/2023) siang.
Sekedar mengingatkan, diduga Ketua sebuah organisasi keagamaan besar di Sumatera Utara yang mengikuti sidang promosi terbuka program doktor, beberapa pekan lalu di UIN Sumut. Namun, menurut teman sekelasnya hanya beberapa kali saja hadir dan mengikuti kuliah. Justru inilah yang menjadi pertanyaan mengapa tiba-tiba bisa mengikuti sidang promosi terbuka program doktor.
Ridwan menjelaskan, demo ini akan terus dilakukan sebelum ada tindakan tegas terhadap Rektor UIN Sumut dan pembatalan gelar yang disandang. Ridwan menilai, kasus dugaan sidang tanpa nilai itu merupakan aib besar yang ada di UIN Sumut. Bukan cuma memalukan UIN Sumut, tetapi juga Kemenag dan ummat Islam seluruh dunia. (Rel/Tim)

























