HARIANSTAR.COM,MEDAN – Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana keberangkatan kontingen Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Daerah (LPPD) Kota Medan untuk mengikuti Pesparawi Nasional XIV yang akan digelar di Wonokari, Provinsi Papua Barat, pada 18–28 Juni 2026.
Dukungan tersebut disampaikan Wong saat menerima audiensi pengurus LPPD Kota Medan yang dipimpin Ketua Umum Anton Panggabean, di ruang kerjanya, Senin (24/2).
Dalam pertemuan itu, Anton Panggabean menjelaskan bahwa kedatangan mereka bertujuan meminta dukungan dan kepastian fasilitasi anggaran dari Pemerintah Kota Medan terkait keberangkatan kontingen Pesparawi tingkat nasional.
Anton yang juga mantan anggota DPRD Kota Medan dari Partai Demokrat menyebutkan bahwa LPPD Kota Medan akan menjadi salah satu kontingen wakil Provinsi Sumatera Utara.
“Kami sudah melakukan seluruh persiapan, termasuk pelatihan untuk tiga kategori lomba. Harapan kami, seperti tahun-tahun sebelumnya, kontingen Kota Medan kembali meraih prestasi dan membawa pulang piala,” ujar Anton.
Ia juga menambahkan bahwa pada Pesparawi Nasional XIV mendatang, LPPD Kota Medan akan membawa piala bergilir yang sebelumnya berhasil diraih.
Namun demikian, Anton mengaku hingga kini belum ada kepastian terkait dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Medan. Ia berharap Wali Kota Medan dapat mengalokasikan anggaran melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar LPPD Kota Medan dapat berangkat membawa nama baik daerah di ajang nasional tersebut.
“Kami memahami kondisi efisiensi anggaran. Namun kami berharap tetap difasilitasi, karena ini membawa nama Kota Medan. Kepastian anggaran sangat kami perlukan agar kekurangan bisa kami cari dari pihak lain,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Andi Winata Sitorus, menyampaikan bahwa hingga saat ini anggaran kegiatan LPPD Kota Medan untuk tahun 2026 memang belum dapat dipastikan akibat kebijakan efisiensi anggaran.
“Kami akan mengupayakan agar anggaran tetap bisa dimasukkan, meskipun belum dapat memastikan jumlahnya. Rencana awal dana hibah sekitar Rp1,4 miliar, namun masih akan dipilah sesuai prioritas,” ungkap Andi.
Sementara itu, Wong Chun Sen menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan berarti menghapus kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin dan berskala nasional.
“Efisiensi itu dikurangi, bukan dihilangkan. Jangan sampai alasan efisiensi membuat event tahunan seperti Pesparawi Nasional tidak didukung. Anggarannya harus segera diputuskan,” tegas Wong.
Bahkan, Wong langsung menghubungi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar, untuk meminta kepastian terkait dukungan anggaran bagi keberangkatan kontingen LPPD Kota Medan.
Dalam percakapan via telepon tersebut, Wong meminta agar Disdikbud Kota Medan dapat segera memastikan alokasi anggaran tahun 2026 demi kelancaran keikutsertaan kontingen Kota Medan di ajang nasional tersebut.
Menanggapi hal itu, Benny Sinomba Siregar menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya mengakomodasi anggaran kelembagaan, meski prosesnya masih berjalan dan belum ada angka pasti.
“Masih ada proses dan tarik ulur karena ini menyangkut keuangan negara. Kewenangan juga berada di Bappeda dan BPKAD Pemko Medan,” pungkas Benny.



























