KARO (HARIANSTAR.COM) – Dalam upaya mempercepat pemerataan pembangunan dan mengatasi kendala konektivitas wilayah, Pemerintah Kabupaten Karo menggelar rapat monitoring dan evaluasi (monev) usulan infrastruktur secara daring pada Selasa (14/4/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Karo untuk menyelaraskan prioritas daerah dengan rencana pembangunan nasional.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Karo, Antonius Ginting, didampingi Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, Sekretaris Daerah Gelora Kurnia Putra Ginting, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Bappedalitbang, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Pertanahan.
Dari sisi pemerintah pusat, hadir memberikan arahan Asisten Deputi Pemerataan Pembangunan dan Pengembangan Wilayah I Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, bersama perwakilan kementerian teknis, meliputi Kementerian Pekerjaan Umum, BBPJN Sumatera Utara, BWS II Sumatera Utara, Kementerian Perhubungan, Kementerian PKP, serta Kementerian ATR/BPN.
Dalam paparannya, Bupati Karo menyampaikan sejumlah usulan proyek strategis yang bertujuan membuka aksesibilitas, mengurai kemacetan kronis di jalur Medan–Kabanjahe, memperkuat sistem irigasi pertanian, serta mendorong sektor pariwisata.
Beberapa poin utama usulan infrastruktur yang diajukan antara lain:
Konektivitas Jalan
- Pembangunan jalan alternatif Simpang Tuntungan–Sembaikan–Berastagi.
- Jalan Simpang Tiga Delitua–Rumah Liang–Serdang–Simpang Sinaman.
- Pembangunan Jalan Tol Medan–Kabupaten Karo.
- Pelebaran ruas Tugu Kol–Simpang Ujung Aji.
Infrastruktur Desa dan Logistik
- Pembangunan Jalan Kutabuluh–Mburidi melalui Program Inpres.
Transportasi Air dan Pariwisata
- Peningkatan Dermaga Tongging guna mendukung penyeberangan ke Samosir.
Sosial dan Ketahanan Pangan
- Pembangunan rumah bagi korban bencana Erupsi Gunung Sinabung dan perbaikan sejumlah daerah irigasi.
“Pembangunan infrastruktur adalah kebutuhan mendesak bagi Kabupaten Karo. Kami memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pariwisata, namun tantangan utama kami adalah konektivitas. Dengan dukungan pemerintah pusat, kami berharap rencana ini dapat direalisasikan demi menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegas Bupati Karo.
Menanggapi usulan tersebut, pihak pemerintah pusat memberikan sejumlah catatan strategis sebagai langkah tindak lanjut.
Jalan Daerah
Usulan pembangunan jalan daerah dan jalur alternatif diarahkan agar segera diajukan melalui mekanisme Program Inpres Jalan.
Jalan Tol
Rencana pembangunan Jalan Tol Medan–Karo akan masuk ke tahap diskusi lebih lanjut dengan pihak pengelola jalan tol terkait kelayakan teknis dan skema investasi.
Irigasi
Terkait Irigasi Paya Lah-lah, akan dilakukan koordinasi lintas sektor antara BWS I dan Kementerian Kehutanan.
Hunian Tetap
Penanganan 153 unit rumah bagi korban bencana Sinabung akan diupayakan melalui Kementerian PKP.
Fasilitas Dermaga
Pembangunan Dermaga Tongging akan diawali dengan penyusunan studi kelayakan (feasibility study/FS) dan detailed engineering design (DED) oleh Kementerian Perhubungan.
Rapat monev ini diharapkan menjadi jembatan sinergi yang kuat antara daerah dan pusat, sehingga usulan-usulan strategis tersebut dapat segera masuk ke tahapan implementasi fisik pada tahun anggaran mendatang.



























