MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Media sosial telah memfasilitasi pengguna untuk saling berinteraksi sehingga interaski tatap muka menurun. Keadaan itu dapat mengganggu keharmonisan, mengingat tidak ada ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang utuh di dalam komunikasi digital. Oleh karena itu, bijak bermedia sosial menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisa di masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Dr H Muslim Harahap MSP saat melaksanakan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Rawe 9 Lingkungan XI, Tangkahan, Medan Labuhan, Minggu (27/9/2026). Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan itu menilai rendahnya penggunaan bahasa yang sopan dan beretika di media sosial, beresiko terhadap keharmonisan bermasyarakat.
” Nilai luhur Pancasila telah mengajarkan kita etika dan moral, termasuk juga untuk berinteraksi di ruang digital yakni media sosial. Mulai dari kita tidak mengunggah konten yang menghina agama lain dan menghormati harkat dan martabat orang lain dengan tidak membullyi, menurut saya cukup sederhana untuk kita lakukan saat kita bermedia sosial, ” ungkap Muslim.
Lebih lanjut, Muslim mengingatkan media sosial juga tidak jarang dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggungjawab untuk merusak persatuan dan kesatuan Bangsa. Diantaranya disebutnya adalah penyebaran berita hoaks. Oleh karena itu, Muslim menekankan pentingnya saring sebelum sharing. Dijelaskan Muslim judul pada berita-berita hoaks memang sengaja dibuat bombastis, agar emosi pembaca terpancing.
“Oleh karena itu, tidak lupa pula kita untuk terus aktif memantau aktivitas di ponsel serta di media sosial anak-anak kita, remaja khususnya. Mereka remaja ini sering bertindak cepat tanpa mencari kebenaran terlebih dahulu. Dari beberapa kasus tawuran yang terjadi, akhirnya diketahui bahwa pemicunya adalah saling ejek dan penyebaran berita hoaks di media sosial, ” ungkap Muslim mengakhiri. (AIN)






















