MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Masyarakat di Medan Labuhan dan Medan Marelan yang terdaftar di portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) masih minim. Oleh karena itu, masyarakat di 2 Kecamatan di Medan Utara itu meminta Kepala Lingkungan ‘jemput bola’ ke rumah-rumah warga.
Hal itu disampaikan sejumlah warga kepada Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kota Medan, Dr H Muslim Harahap MSP saat kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah yang digelar di Jalan Marelan Raya Pasar 2 Gang Selawasih, Rengas Pulau, Medan Marelan, Minggu (11/10/2026)siang.
Menyikapi hal itu, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan itu menyatakan akan menyampaikan kepada Pemerintah Kota Medan. Dikatakan Muslim, dengan seluruh dinamika kehidupan di Kota Medan, seyogyanya perangkat kewilayahan Pemo Medan, Camat, Lurah hingga Kepala Lingkungan ‘jemput bola’, guna mempercepat pendaftaran warga ke portal Perlinsos.
Lebih lanjut, Muslim mengaku berdasarkan data yang diterimanya, hingga pertengahan Agustus 2026, baru 35% sampai 37% warga Kota Medan terdaftar pada portal Perlinsos. Dijelaskan Muslim, untuk membantu warga mendaftar pada portal Perlinsos, sudah ada agen-agen yang disiapkan Pemerintah Kota Medan, namun Muslim menekankan bahwa dirinya juga akan meminta Disdukcapil agar lebih proaktif mengaktivasi IKD masyarakat Kecamatan Medan Marelan dan Labuhan.
” Jangan sampai tujuan utama penyaluran bansos melalui sistem perlinsos agar tepat sasaran, malah tidak tercapai dikarenakan masyarakat yang layak menerima bantuan, terhalang mendaftar karena ketiadaan IKD. Kita akan minta persoalan ini diselesaikan segera, ” ungkap Muslim.
Berdasarkan informasi diterima, Kota Medan termasuk dalam 42 Kabupaten/Kota di Indonesia yang ditunjuk sebagai lokasi percontohan digitalisasi bansos. Kota Medan ditargetkan 760.000 Kepala Keluarga (KK) penerima bansos melalui pendaftaran pada portal Perlinsos. Untuk mendaftar pada portal Perlinsos, warga telebih dahulu mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Untuk mengaktivasi IKD, dapat dilakukan di kantor Kelurahan atau kantor Disdukcapil.
Sebelumnya, Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas mengakui kendala utama belum optimalnya capaian perlinsos karena masih banyak masyarakat yang belum memahami prosedur pengaktifan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan tata cara pendaftaran di portal Perlinsos. Oleh karena itu, Rico mengaku telah mengintruksikan skema jemput bola oleh Camat, Lurah, Kepala Lingkungan Bahkan OPD terkait.
Berdasarkan data diterimanya, Rico menyebut pendaftaran Kartu Keluarga (KK) dari 21 Kecamatan di Kota Medan pada portal Perlinsos berjumlah 288.140 KK. Dari jumlah itu, Rico menyebut paling banyak dari Medan Belawan 51%, Medan Marelan 47% dan Medan Maimun 47%. Sementara untuk Kecamatan dengan capaian terendah adalah Medan Timur 28%. (AIN)
























