• Latest
  • Trending
  • All
Israel Tutup Lintas Rafah, Ribuan Pasien Gaza Terjebak Menunggu Izin Evakuasi Medis dan Sebagian Tewas

Israel Tutup Lintas Rafah, Ribuan Pasien Gaza Terjebak Menunggu Izin Evakuasi Medis dan Sebagian Tewas

19 Juni 2026
Indonesia dan Tujuh Negara Muslim Kutuk Aksi Pemukim Ilegal Israel di Ramallah

Indonesia dan Tujuh Negara Muslim Kutuk Aksi Pemukim Ilegal Israel di Ramallah

19 Juni 2026
Anggota DPR RI Sihar Sitorus Sosialisasi Program JKN BPJS Kesehatan

Anggota DPR RI Sihar Sitorus Sosialisasi Program JKN BPJS Kesehatan

19 Juni 2026
AS-Iran Sepakat Damai, Hamas Desak Akhiri Genosida di Gaza

AS-Iran Sepakat Damai, Hamas Desak Akhiri Genosida di Gaza

19 Juni 2026
PGN Hadirkan Bedah Dapur GasKita 2026, Pelanggan Baru Berkesempatan Raih Dapur Impian

PGN Hadirkan Bedah Dapur GasKita 2026, Pelanggan Baru Berkesempatan Raih Dapur Impian

19 Juni 2026
Intip Jadwal Moto3 Ceko 2026: Momen Veda Ega Pratama Tembus Posisi Tiga 

Intip Jadwal Moto3 Ceko 2026: Momen Veda Ega Pratama Tembus Posisi Tiga 

19 Juni 2026
Bobby Nasution Siapkan Solusi Akhiri Retribusi Bermasalah di Wisata Air Panas Karo

Bobby Nasution Siapkan Solusi Akhiri Retribusi Bermasalah di Wisata Air Panas Karo

19 Juni 2026
Polres Deli Serdang Bekuk Pria Diduga Edarkan Sabu di Pantai labu

Polres Deli Serdang Bekuk Pria Diduga Edarkan Sabu di Pantai labu

19 Juni 2026
Syah Afandin Perkuat Sinergi dengan Kajati Sumut Wujudkan Pemerintahan Bersih

Syah Afandin Perkuat Sinergi dengan Kajati Sumut Wujudkan Pemerintahan Bersih

18 Juni 2026
Sekda Sumut Apresiasi PHR Zona 1 di PIIS 2026, Pamerkan Produk UMKM Binaan hingga Edukasi Migas

Sekda Sumut Apresiasi PHR Zona 1 di PIIS 2026, Pamerkan Produk UMKM Binaan hingga Edukasi Migas

18 Juni 2026
Gelar Aksi Unras, GMRN Desak Pengusutan Dugaan Pungli Sertifikasi di SMPN 4 Kota Padangsidimpuan

Gelar Aksi Unras, GMRN Desak Pengusutan Dugaan Pungli Sertifikasi di SMPN 4 Kota Padangsidimpuan

18 Juni 2026
Gubernur Bobby Nasution Siap Jembatani Aspirasi Ojol ke DPR RI Asal Sumut

Gubernur Bobby Nasution Siap Jembatani Aspirasi Ojol ke DPR RI Asal Sumut

18 Juni 2026
Polrestabes Medan Ringkus Peracik Ulang Vape Getar Mengandung Narkoba

Polrestabes Medan Ringkus Peracik Ulang Vape Getar Mengandung Narkoba

18 Juni 2026
Jumat, Juni 19, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Israel Tutup Lintas Rafah, Ribuan Pasien Gaza Terjebak Menunggu Izin Evakuasi Medis dan Sebagian Tewas

by Yunsigar
19 Juni 2026
in HEADLINE, INTERNASIONAL
Israel Tutup Lintas Rafah, Ribuan Pasien Gaza Terjebak Menunggu Izin Evakuasi Medis dan Sebagian Tewas

(Foto: gazamedia)

FacebookWhatsappTelegram

KHAN YOUNIS (HARIANSTAR.COM) – Ribuan warga Palestina di Jalur Gaza yang telah memperoleh rujukan medis resmi tetap tidak dapat keluar untuk berobat, di tengah penutupan lintas Rafah dan pembatasan evakuasi medis oleh Israel.

Sebagian pasien meninggal atau mengalami kerusakan permanen pada kondisi mereka sambil menunggu izin, menurut laporan yang dihimpun pada Kamis (18/6), delapan bulan setelah gencatan senjata berlaku.

Baca Juga

Indonesia dan Tujuh Negara Muslim Kutuk Aksi Pemukim Ilegal Israel di Ramallah

AS-Iran Sepakat Damai, Hamas Desak Akhiri Genosida di Gaza

Intip Jadwal Moto3 Ceko 2026: Momen Veda Ega Pratama Tembus Posisi Tiga 

Rafa al-Qudra, gadis berusia 15 tahun, kehilangan penglihatannya pada Sabtu lalu sebelum izin keluar dari Gaza diberikan kepadanya. Ia menderita kondisi medis yang sebenarnya dapat diobati, tetapi sektor kesehatan Gaza tidak mampu menyediakan perawatan yang dibutuhkan. Rafa kini tinggal di tempat berlindung beratap nilon di kawasan pesisir al-Mawasi, Khan Younis.

Rujukan Bukan Jaminan
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rujukan medis dari dokter di rumah sakit publik Gaza hanyalah langkah pertama dan tidak menjamin evakuasi keluar wilayah. Persetujuan evakuasi juga bergantung pada ketersediaan perawatan di Gaza, persetujuan Komite Rujukan, persetujuan negara penerima, izin keamanan dari otoritas Israel, serta aksesibilitas lintas perbatasan.

Anak di bawah 18 tahun harus didampingi orang tua atau wali. Jika orang tua tidak dapat ikut, kerabat derajat pertama atau kedua dapat mendampingi dengan persetujuan tertulis. WHO menyatakan tidak ada batas waktu yang pasti untuk proses persetujuan, yang bergantung pada kompleksitas kasus, kelengkapan dokumen, koordinasi antarpihak, dan kondisi keamanan.

Angka yang Terus Bertambah

Jumlah pasien yang menunggu izin keluar berbeda-beda menurut sumber dan tanggal pencatatan. Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan pada awal Juni bahwa jumlah rujukan medis terdokumentasi telah mencapai 17.757 orang per 20 Mei. Wakil Menteri Kesehatan sementara Maher Shamiya, dalam konferensi pers di Kompleks Medis Al-Shifa, memperingatkan angka kematian dapat meningkat di antara pasien yang menunggu perawatan.

Dilansir dari gaza media, Jumat (19/6/2026) menyebutkan pusat Hak Asasi Manusia Palestina (PCHR) menyebut angka yang lebih tinggi, yakni lebih dari 20.000 pasien yang menghadapi risiko kematian akibat ditolaknya akses ke perawatan medis di luar negeri. Adapun WHO sebelumnya mencatat 7.841 pasien telah dievakuasi dari Gaza antara dimulainya perang pada Oktober 2023 hingga 29 September 2025, dengan sekitar dua pertiga di antaranya dievakuasi sebelum Israel menguasai lintas Rafah pada Mei 2024.

Laporan terpisah dari komunitas kesehatan mencatat kasus-kasus pasien kanker yang meninggal dunia karena tidak memperoleh izin keluar, sementara masuknya obat-obatan tertentu ke Gaza juga dibatasi. Dokter di Gaza menyatakan rusaknya sebagian besar fasilitas kesehatan selama perang membuat banyak kondisi medis tidak dapat ditangani di dalam wilayah.

Pembukaan kembali lintas Rafah secara penuh merupakan bagian dari rencana perdamaian yang menjadi dasar gencatan senjata Oktober 2025. Namun, hingga kini pergerakan orang melalui lintas tersebut masih sangat dibatasi, dan evakuasi medis hanya menjangkau sebagian kecil dari mereka yang membutuhkan.

Post Views: 30
Tags: Evakuasi MedisGazaIsraelLintas RafahMenunggu IzinRibuan PasienSebagian TewasTerjebak
ShareSendShare
Yunsigar

Yunsigar

Baca Juga

Indonesia dan Tujuh Negara Muslim Kutuk Aksi Pemukim Ilegal Israel di Ramallah
HEADLINE

Indonesia dan Tujuh Negara Muslim Kutuk Aksi Pemukim Ilegal Israel di Ramallah

19 Juni 2026
AS-Iran Sepakat Damai, Hamas Desak Akhiri Genosida di Gaza
HEADLINE

AS-Iran Sepakat Damai, Hamas Desak Akhiri Genosida di Gaza

19 Juni 2026
Intip Jadwal Moto3 Ceko 2026: Momen Veda Ega Pratama Tembus Posisi Tiga 
HEADLINE

Intip Jadwal Moto3 Ceko 2026: Momen Veda Ega Pratama Tembus Posisi Tiga 

19 Juni 2026
AS dan Iran Sepakat Damai, Selat Hormuz Dibuka 19 Juni
HEADLINE

AS dan Iran Sepakat Damai, Selat Hormuz Dibuka 19 Juni

18 Juni 2026
BTS Tambah Hari Konser di Jakarta, Intip Jadwal War Tiketnya!
HEADLINE

BTS Tambah Hari Konser di Jakarta, Intip Jadwal War Tiketnya!

18 Juni 2026
Ramalan Zodiak 18 Juni: Aries Kesuksesan Menanti, Gemini Fokus Dong!
HEADLINE

Ramalan Zodiak 18 Juni: Aries Kesuksesan Menanti, Gemini Fokus Dong!

18 Juni 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In