• Latest
  • Trending
  • All
Rupiah Belakangan Alami Tekanan, Defisit APBN Menjadi Salah Satu Akar Masalahnya

Rupiah Belakangan Alami Tekanan, Defisit APBN Menjadi Salah Satu Akar Masalahnya

9 Januari 2026
BULOG Sumut Sidak Pasar, Pastikan Stok Beras dan Minyakita Aman Jelang Ramadan dan Lebaran

BULOG Sumut Sidak Pasar, Pastikan Stok Beras dan Minyakita Aman Jelang Ramadan dan Lebaran

25 Februari 2026
Usung “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”, Pemko Medan Siap Jadi Tuan Rumah Rakernas XVIII APEKSI

Usung “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”, Pemko Medan Siap Jadi Tuan Rumah Rakernas XVIII APEKSI

25 Februari 2026
Tarawih Bersama di Rumah Dinas Wali Kota, Jamaah Diajak Tingkatkan Etos Kerja Selama Ramadan

Tarawih Bersama di Rumah Dinas Wali Kota, Jamaah Diajak Tingkatkan Etos Kerja Selama Ramadan

25 Februari 2026
Komisi III DPRD Langkat Undang OJK dan LPS Bahas Penyaluran KUR di BRI Unit Kuala

Komisi III DPRD Langkat Undang OJK dan LPS Bahas Penyaluran KUR di BRI Unit Kuala

25 Februari 2026
Januari-Februari 2026, 1.118 Tersangka Narkoba Diamankan, Sita 179 Kg Sabu

Januari-Februari 2026, 1.118 Tersangka Narkoba Diamankan, Sita 179 Kg Sabu

25 Februari 2026
DPRD: Kebijakan Wali Kota Soal Penataan, Bukan Larangan

DPRD: Kebijakan Wali Kota Soal Penataan, Bukan Larangan

25 Februari 2026
Laga Sengit Hadapi Mayweather, Pacquiao Tekad Nodai Rekor Lawan

Laga Sengit Hadapi Mayweather, Pacquiao Tekad Nodai Rekor Lawan

25 Februari 2026
Link Chindo Adidas Versi 2 Ramai Diburu: Ganti Baju Tanpa Sensor Bikin Merinding

Link Chindo Adidas Versi 2 Ramai Diburu: Ganti Baju Tanpa Sensor Bikin Merinding

25 Februari 2026
The King’s Warden, Film Korea Terlaris 2026: Tembus 6 Juta Penonton

The King’s Warden, Film Korea Terlaris 2026: Tembus 6 Juta Penonton

25 Februari 2026
Polsek Barumun Lakukan Sambang Satkamling, Jaga Kamtibmas di Wilayah Hukum

Polsek Barumun Lakukan Sambang Satkamling, Jaga Kamtibmas di Wilayah Hukum

24 Februari 2026
Rp4,5 Triliun BOP RA dan BOS Madrasah Swasta Cair Sebelum Lebaran 2026

Rp4,5 Triliun BOP RA dan BOS Madrasah Swasta Cair Sebelum Lebaran 2026

24 Februari 2026
Meningkatnya Ketegangan dengan Iran, AS Siapkan Kapal Induk Raksasa di Israel

Meningkatnya Ketegangan dengan Iran, AS Siapkan Kapal Induk Raksasa di Israel

24 Februari 2026
Rabu, Februari 25, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home EKONOMI

Rupiah Belakangan Alami Tekanan, Defisit APBN Menjadi Salah Satu Akar Masalahnya

by Abi
9 Januari 2026
in EKONOMI
Rupiah Belakangan Alami Tekanan, Defisit APBN Menjadi Salah Satu Akar Masalahnya
FacebookWhatsappTelegram

MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin menuturkan Pelemahan Rupiah belakangan ini khususnya dalam 5 tahun terakhir, memang tidak sepenuhnya hanya dikarenakan sentimen eksternal semata.

Jika melihat tren perkembangan USD Index, terlihat di awal tahun 2020 USD Index bergerak dikisaran 96.6, dan saat ini berada dikisaran 98.93. Terlihat USD Index alami penguatan yang berpeluang mendorong mata uang rivalnya, ujarnya Jumat (9/1).

Baca Juga

BULOG Sumut Sidak Pasar, Pastikan Stok Beras dan Minyakita Aman Jelang Ramadan dan Lebaran

Komisi III DPRD Langkat Undang OJK dan LPS Bahas Penyaluran KUR di BRI Unit Kuala

Inovasi USAT Atasi Masalah Kepasiran, Berhasil Tekan Risiko Loss Produksi di PEP Rantau

Nah kalau kita lihat kinerja mata uang Rupiahnya, maka trennya konsisten alami pelemahan. Di sekitar awal tahun 2020, Rupiah sempat dipedagangkan dikisaran angka 13.600-an per US Dolar, dan saat ini ditransaksikan dikisaran harga 16.700-an per US Dolar.

Belakangan ini, pergerakan USD Index itu tidak selalu diikuti dengan perubahan pola pergerakan Rupiah yang berlawanan arah.

Artinya tidak melulu saat USD Index naik, maka Rupiah lantas melemah dan sebaliknya. Dan belakangan ini, Menter Keuangan Purbaya memaparkan bahwa defisit APBN di tahun 2025 sebesar 2.9%, atau nyaris menyentuh batas 3% terhadap PDB. Fiskal memang bisa menjadi salah satu masalah pemicu pelemahan Rupiah, katanya.

Dengan defisit yang nyaris 3% tersebut pemerintah akan dipaksa kerja keras untuk menurunkannya. Atau setidaknya untuk menjaganya tidak melewati angka 3%. Guna menekan defisit APBN membutuhkan dorongan dana yang bisa dioptimalkan dari penerimaan pajak. Menutupnya dengan menekan pengeluaran atau efisiensi.

“Menjaga defist dan mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi tantangan terbesar pemerintah pada tahun fiskal 2026 ini. Meskipun bisa juga diatasi dengan mendorong investasi dan mendorong sektor swasta untuk masuk (investasi) membiayai pembangunan. Namun tekanan ekonomi global begitu hebat di tahun 2026 ini.”paparnya.

Pemerintah bisa saja melakukan penutupan kebocoran agar bisa mendapatkan likuiditas lebih untuk menopang APBN. Salah satu harapannya adalah belanja pembangunan yang bisa dilakukan oleh Danantara, mengingat deviden perusahaan pemerintah mengalami ke Danantara saat ini, ujarnya.

Namun disisi lain kemampuan pemerintah mendapatkan setoran pajak dipertanyakan di tahun yang penuh tekanan ini. Dan mata uang Rupiah dengan sendirinya nanti akan menciptakan titik keseimbangan baru, ucapnya.

Dan surplus pada neraca perdagangan, tidak sepenuhnya menggambarkan bahwa kinerja ekspor terus mengalami pemulihan. Kita perlu mewaspadai bahwa China sebagai salah satu mitra dagang utama kita kinerja ekonominya melambat. Surplus justru ditopang oleh penurunan kinerja impor yang membuat surplus tetap terlihat memukau, ungkapnya.

Sehingga surplus tidak sepenuhnya bisa dijadikan landasan fundamental untuk memperbaiki kinerja mata uang Rupiah.

Sehingga BI akan mendapatkan beban tambahan dalam menjaga mata uang Rupiah. Jadi menurut hemat saya selama tekanan pada fiskal berlanjut, maka Rupiah masih berpeluang utnuk melemah terhadap US Dolar,tutup Gunawan. (Abi)

Post Views: 306
Tags: AkarAlamiAPBNbelakanganDefisitMasalahnyaMenjadiRupiahSalahSatuTekanan
ShareSendShare
Abi

Abi

Baca Juga

BULOG Sumut Sidak Pasar, Pastikan Stok Beras dan Minyakita Aman Jelang Ramadan dan Lebaran
EKONOMI

BULOG Sumut Sidak Pasar, Pastikan Stok Beras dan Minyakita Aman Jelang Ramadan dan Lebaran

25 Februari 2026
Komisi III DPRD Langkat Undang OJK dan LPS Bahas Penyaluran KUR di BRI Unit Kuala
EKONOMI

Komisi III DPRD Langkat Undang OJK dan LPS Bahas Penyaluran KUR di BRI Unit Kuala

25 Februari 2026
Inovasi USAT Atasi Masalah Kepasiran, Berhasil Tekan Risiko Loss Produksi di PEP Rantau
EKONOMI

Inovasi USAT Atasi Masalah Kepasiran, Berhasil Tekan Risiko Loss Produksi di PEP Rantau

24 Februari 2026
OJK Limpahkan Perkara Dugaan Tindak Pidana Perbankan BPR PancaDana ke Kejari Depok
EKONOMI

OJK Limpahkan Perkara Dugaan Tindak Pidana Perbankan BPR PancaDana ke Kejari Depok

24 Februari 2026
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Pelayanan Konsumen SPBU Selama Ramadhan 1447 H
EKONOMI

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Pelayanan Konsumen SPBU Selama Ramadhan 1447 H

23 Februari 2026
PGN Masuk 288 Besar Asia-Pasifik Versi TIME, Bukti Resiliensi di Tengah Tantangan Global
EKONOMI

PGN Masuk 288 Besar Asia-Pasifik Versi TIME, Bukti Resiliensi di Tengah Tantangan Global

23 Februari 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In