MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Berdasarkan pemantauan melalui PIHPS (pusat informasi harga pangan strategis), harga daging ayam dalam sepekan terakhir berada dalam tren naik. Di wilayah Sumatera Utara (Sumut) rata-rata harga daging ayam naik dari 48.550 per Kg (17/08) menjadi rata-rata 52.400 per Kg nya.
“Kenaikan harga daging ayam tersebut belangsung disaat demand atau permintaan tidak lagi mengalami kenaikan”, ungkap Gunawan Benjamin Pakar Ekonomi Sumatera Utara di Medan, Minggu (23/8) Siang.
Dikatakannya, Sebagai contoh harga di level konsumen disalah satu pedagang sempat berada dikisaran 28 ribu per Kg saat libur panjang sekolah. Sekarang ini di pedagang yang sama sudah menjual daging ayam seharga 42 ribu per Kg nya.
“Bahkan bila mengacu kepada data PIHPS akhir pekan sebelumnya, harga daging ayam paling tinggi di Sumut menyentuh 69 ribu per Kg di Gunung Sitoli Nias, ” Katanya.
Gunawan, melihat kenaikan ini bukan lagi dipicu oleh lompatan demand atau permintaan. Namun lebih dikarenakan oleh kenaikan harga pakan ternak. Dimana berdasarkan hasil pengamatan langsung dilapangan terjadi kenaikan harga pakan ternak dalam sebulan terakhir.
Kenaikannya bisa mencapai 500 per Kg, seiring dengan harga jagung yang juga bertahan diatas 6.000 per Kg-nya, ucapnya
Ditengah pasokan yang melimpah saat musim panen tiba, harga jagung justru bertahan di atas 6.000 per Kg. Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan musim panen dalam 2 tahun terakhir, dimana harga jagung bisa turun dikisaran 4.700 per Kg nya saat terjadi musim panen jagung serentak.Ditambah dengan kenaikan biaya input produksi yang signifikan sebagai rentetan dari pelemahan Rupiah, tambah Gunawan.
Ditambahkan Gunawan Kenaikan biaya input akan menekan supply karena peternak akan mengurangi pasokan ayam hidupnya. Sejauh ini demand yang paling tinggi untuk daging ayam segar masih didominasi oleh permintaan rumah tangga.
Selain itu, ada permintaan untuk kebutuhan MBG dan usaha kuliner lainnya. Pada bulan agustus ini harga daging ayam berpeluang memberikan kontribusi besar inflasi baik secara nasional maupun khusus untuk wilayah Sumut,tutup Gunawan. (abi)




















