MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), didukung Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di wilayah Sumatera Utara dan sebagian Aceh. Kegiatan yang dimulai pada Oktober ini berlangsung hingga 1 November 2026.
ERB merupakan bentuk kolaborasi BI dan TNI AL untuk mendukung distribusi uang Rupiah ke seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya daerah kepulauan yang termasuk kategori terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Dalam pelaksanaannya, BI memanfaatkan dukungan armada dan operasi TNI AL yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia. Sinergi ini mempertemukan dua kepentingan, yakni menjaga kedaulatan wilayah melalui pertahanan negara serta memastikan ketersediaan uang Rupiah sebagai simbol kedaulatan ekonomi Indonesia.
Secara nasional, ERB di Sumatera Utara menjadi penutup rangkaian pelaksanaan ERB sepanjang 2026. Tahun ini, ERB dilaksanakan sebanyak 19 kali dengan jangkauan 96 pulau di wilayah 3T Indonesia.
Tim ERB diberangkatkan dari Belawan dan akan mengakhiri ekspedisi di Pulau Sabang, Aceh. Dalam perjalanan tersebut, tim akan memperluas layanan penukaran uang Rupiah bagi masyarakat di sejumlah pulau, yakni Pulau Sembilan dan Pulau Kampai di Sumatera Utara serta Pulau Pusong dan Pulau Sabang di Aceh.
Ekspedisi ini menggunakan KRI Bung Karno-369 dengan melibatkan 25 Pejuang Rupiah dari berbagai kantor perwakilan BI dan satuan kerja Kantor Pusat BI.
Tim ERB akan melayani penukaran uang lusuh dengan uang Rupiah layak edar sesuai pecahan yang dibutuhkan masyarakat. Layanan ini diharapkan mendukung kelancaran transaksi tunai, terutama bagi nelayan, pedagang, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah kepulauan.
Selain layanan penukaran uang, tim juga memberikan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat di sejumlah pulau yang disinggahi. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ciri-ciri keaslian uang Rupiah sekaligus mendorong kebiasaan merawat uang agar tetap layak edar.
Seremoni pelepasan Tim ERB berlangsung di Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Mako Kodaeral) I, Belawan, Medan. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Gubernur Sumatera Utara yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara, Basarin Yunus Tanjung; Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, M. Anwar Bashori; Komandan Kodaeral I, Laksamana Muda TNI Deny Septiana; serta Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa.
Dalam seremoni tersebut, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, M. Anwar Bashori, menegaskan komitmen BI untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah hingga pelosok negeri.
Menurutnya, kerja sama dengan TNI AL menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan distribusi dan pelayanan uang Rupiah. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat kehadiran Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dan simbol kedaulatan negara.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, menyampaikan bahwa keragaman kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat menuntut pendekatan pelayanan yang sesuai dengan karakteristik setiap wilayah.
Menurutnya, ERB melengkapi distribusi uang Rupiah melalui jalur perbankan dan layanan kas keliling yang belum optimal menjangkau sejumlah wilayah kepulauan.
Dari sisi pemerintah daerah, Gubernur Sumatera Utara mengapresiasi sinergi BI dan TNI AL dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dukungan pemerintah daerah dan para mitra diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan ekspedisi sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.
Melalui ERB yang menjadi penutup rangkaian kegiatan tahun ini, BI mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, perbankan, dan mitra terkait, untuk terus meningkatkan jangkauan serta kualitas layanan keuangan di seluruh wilayah NKRI, termasuk daerah 3T.
Sinergi berkelanjutan tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan uang Rupiah layak edar sekaligus mendukung kelancaran transaksi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah terpencil.



























