DEIR AL-BALAH (HARIANSTAR) – Serangan udara Israel kembali menewaskan warga Palestina di Jalur Gaza pada akhir pekan ini, di tengah upaya diplomatik Amerika Serikat untuk mendorong pengurangan intensitas serangan sebagai bagian dari implementasi gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya dua warga Palestina tewas dan empat lainnya luka-luka dalam 48 jam terakhir hingga Sabtu (22/8) waktu setempat.
Menurut laporan Al Jazeera dikutip dari Gaza Media, Minggu (23/8/2026), sebuah serangan drone Israel menyasar keluarga al-Hasanat di kota Deir al-Balah, Gaza tengah, pada Sabtu, menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya. Koresponden Al Jazeera di lapangan melaporkan serangan tersebut dilancarkan tanpa peringatan terhadap keluarga itu, di kawasan yang dipadati tenda-tenda pengungsi.
Selain di Deir al-Balah, serangan dan penghancuran rumah oleh militer Israel juga berlanjut di wilayah lain, termasuk di kota Khan Younis bagian selatan, di mana pasukan Israel membombardir sejumlah kawasan permukiman warga yang menghadap area yang dikuasai militer di sepanjang “Garis Kuning”. Militer Israel juga dilaporkan terus memperluas kendali di sisi timur Kota Gaza, menghancurkan properti dan infrastruktur warga di dalam zona tersebut.
Insiden akhir pekan ini terjadi tak lama setelah gelombang serangan yang lebih besar pada Rabu (19/8), yang menurut kantor berita Associated Press menewaskan sedikitnya 10 orang dalam dua serangan terpisah, hanya dua hari setelah negosiator Amerika Serikat dilaporkan meminta Israel mengurangi intensitas serangannya di Jalur Gaza. Salah satu dari dua serangan itu, menurut militer Israel, menyasar seorang komandan Hamas di kawasan kamp pengungsi Nuseirat yang disebut terlibat dalam serangan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023.
Dalam insiden yang sama, pasukan Israel juga dilaporkan melintasi garis gencatan senjata di Gaza selatan dan menahan seorang perwira polisi Hamas berpangkat kolonel pada dini hari Rabu, menurut dua saksi mata dan seorang pejabat Hamas. seMissourian
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengecam Board of Peace — badan yang dibentuk Presiden AS Donald Trump untuk mengawasi implementasi gencatan senjata — dengan menyebut lembaga itu telah memberi Israel semacam “perlindungan” untuk mengeskalasi serangannya di Gaza, alih-alih menekan Israel agar mematuhi kesepakatan gencatan senjata.




















