MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Dalam upaya mewujudkan lingkungan berkelanjutan dan kemandirian ekonomi berbasis local, PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui program PLN Peduli melaksanakan pelatihan pengolahan limbah jagung. Kegiatan ini di laksanakan di Rumah Kolaborasi, Simpang Selakkar, Desa Munte, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo.
General Manajer PLN UID, Mudhakir mengatakan bahwa program ini merupakan komitmen dan bentuk tanggungjawab perusahaan.
“Ini merupakan wujud dedikasi dan pengabdian kita kepada masyarakat ya, kita lakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan sebagai bentuk komitmen kita untuk keberlanjutan lingkungan serta ekonomi yang berdampak untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengatakan ini sejalan dengan agenda PLN, yaitu energi green dan innovative. “Saat ini PLN memang aktif mengelola limbah menjadi energi dan produk yang bernilai guna. Ini sejalan pada agenda transisi energi Green dan Innovative PLN. Bukan karena itu saja, tapi inovasi yang berkelanjutan itu memang harus, untuk menjawab setiap tantangan perusahaan, khususnya inovasi dalam pemanfaatan limbah jagung ini,” ujar GM PLN UID tersebut.
Pelatihan ini diikuti oleh 10 anggota dar kelompok Gerakan Masyarakat Kreatif Menuju Sukses (GEMA KAMUS) dan dipandu langsung oleh Rizki Alfaridho Damanik selaku Fasilitator Program.
Hadir juga pada kegiatan tersebut Camat Desa Munte, Nellya Br Karo, dalam sambutannya ia memberikan apresiasi yang mendalam kepada PLN. “Bersama dengan perangkat desa lainnya, saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi mendalam terhadap inisiatif PLN Peduli, karena telah memberikan ruang ekspresi sekaligus manfaat ekonomi nyata bagi warga,”katanya.
Fasilitator Program, Rizki Alfaridho Damanik menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan saja. “Kegiatan ini nantinya bukan hanya sekadar diberikan pelatihan, tetapi juga ada pendampingan, sampai pada kelompok bisa secara mandiri mengolah limbah dengan baik, serta ditargetkan mampu menghasilkan 3 produk unggulan bernilai ekonomi, yakni pakan ternak berkualitas, cuka asap sebagai pengawet atau pestisida organik hasil kondensasi pembakaran, serta pupuk kompos organic,”sampainya.
Ketua Perwakilan Kelompok Gema Kamus, Sumardi mengucapkan terimakasih kepada PLN. “Terimakasih banyak buat PLN, karena telah memberikan wadah belajar, support dan dukungannya untuk kami para penai dan peternak disini. Kami berharap, dengan melimpahnya bahan baku jagung di Desa Munte dapat diolah menjadi produk bernilai jual tinggi dengan sentuhan kearifan lokal yang berkelanjutan,”ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan oleh Jodi Singgih Sudibyo yang merupakan praktisi budidaya ternak, dengan memberikan edukasi komprehensif mengenai teknik pengolahan limbah dan kesehatan hewan ternak serta pentingnya memanfaatkan bonggol dan klobot jagung sebagai sumber serat berkualitas.
Jodi juga mengajarkan teknik fermentasi limbah hasil pembakaran untuk menghasilkan kompos yang mampu mengembalikan unsur hara tanah secara alami kepada kelompok Gema Kamus.



























