Darlin Hanif Herefa merupakan Penyuluh Agama Islam Non PNS di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara.
1 Januari 2017 Darlin diangkat menjadi Penyuluh Agama Islam Non Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara. Namun jauh sebelum itu, Darlin sudah menjadi bagian dari Kementerian Agama tepatnya ditahun 1994, kurang lebih 30 Tahun yang lalu.
Ia yang lahir pada 9 Mei 1979 di Gunung Sitoli ini, mengawali karirnya menjadi Penyuluh Agama Islam di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias sebelum Kabupaten ini mekar di Tahun 1994.
Darlin yang biasa dipanggil Ustadz mengisahkan, pertama sekali ditempatkan di wilayah Gunungsitoli tepatnya di Surau Istiqamah Kelurahan Saombo, Jalan Yos Sudarso depan Gereja Hosiana arah Pelabuhan Angin Gunungsitoli sebagai Ketua TPQ Istiqamah.
Ketulusannya mendidik, membuat para santri banyak yang sudah berhasil. Bahkan, ada beberapa yang sudah Lulus AKABRI. Ada yang sudah menjadi Pasukan Garuda yang dikirim ke Timur Tengah waktu masa Pergolakan Irak dan Quwait.
Darlin masih ingat nama Santrinya itu, Khairul Andri Sinaga (Pasukan Perdamaian, Pasukan Garuda). “Ada juga yang Lulusan Secaba TNI saudaranya sendiri Khairul Amri Sinaga dan masih banyak lagi” tuturnya.
“Berbagai profesi sudah saya jalani, mulai dari pemulung, loper koran, hingga jual obat herbal juga sudah pernah,” kenangnya yang merupakan sulung dari 4 bersaudara.
Begitupun, ia yang memiliki dua orang anak perempuan, tidak pernah putus asa dan menyalahkan takdirnya. Tahun 2009 ia pernah mengajar TIK di Madrasah Aliyah Swasta Lahewa sampai 2015. Menjadi Admin Madrasah di MIS NU II Lahewa pada tahun 2016.
Baru pada tahun 2017 sampai sekarang Darlin memutuskan untuk menjadi Penyuluh Agama Islam Non PNS di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara yang merupakan salah satu daerah yang termasuk dalam wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di Provinsi Sumatera Utara.
Ia ditempatkan di KUA Lahewa dengan Specialisasi Moderasi Beragama dan Pengelolaan Zakat.
Berkat keteguhan dan kesabaran, sampai sekarang Darlin masih bekerja sebagai Penyuluh Agama Islam Non Pegawai Negeri Sipil di lingkup Kantor Urusan Agama Kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara Provinsi Sumatera Utara.
Pada awal ditugaskan, ia mulai menyusun monografi (data) wilayah binaannya. Berbagai tantangan, halangan dan rintangan ia hadapi, dengan penuh kesabaran demi mengemban tugas mulia ini.
Ia bahkan tidak perduli dengan penghasilannya yang tidak seberapa. Karena ia yakin, dibalik kesulitan ada kemudahan yang diberikan Allah SWT, asalkan ikhlas melaksanakannya.
“Saya tidak beorientasi pada gaji, dulu tahun 1994 gaji saya Cuma 60.000 per bulan, saya tetap bertahan, saya iklhas,” tuturnya.
Darlin menceritakan mengenai tugas kesehariannya membuat rencana kerja operasional, berkoordinasi kepada tokoh pemerintah, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda di wilayah binaan tempatnya ditugaskan. Membentuk kelompok sasaran umum seperti Majelis Ta’lim, Taman Pembacaan Al-Qur’an, Remaja Masjid dan Organisasi Sosial Keagamaan lainnya.
Ia juga membentuk Organisasi Pengajian Komunitas dengan sasaran khusus dan sasaran pada media sosial berbasis internet. Dua atau tiga kali dalam sepekan ia meluangkan waktu untuk melaksanakan penyuluhan tatap muka pada kelompok sasaran, baik dengan materi agama secara umum dan secara khusus (spesialisasi). Spesialisasi penyuluhannya adalah terfokus pada Kegiatan Moderasi Beragama dan Pengelolaan Zakat.
Semua kegiatan tersebut ia lakukan hanyalah semata-mata demi kemaslahatan ummat, khususnya kaum muslimin dan sesama manusia.
Di penghujung tahun 2024, tepatnya di bulan November 2024 Darlin mendapatkan informasi dari instansi tempat ia bekerja bahwa ada pengumuman penerimaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ia sangat bersyukur pada Allah SWT karena dengan Rahmat dan Karunia-Nya, mendapatkan kesempatan untuk ikut menjadi Peserta Pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tersebut.
Dengan semangat dirinya menyiapkan semua berkas yang menurutnya semua persyaratan bisa dilengkapi. Dengan keyakinan pada Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dan ikhtiar yang ia lakukan tidaklah sia-sia.
“Saya sebagai manusia biasa hanyalah mampu berikhtiar dan berdo’a kepada Allah SWT, dan Alhamdulillah, saya berhasil Lulus menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Tahun 2024 Kemarin. Allah Maha Penyayang, semoga nasib bisa berubah menjadi lebih baik ke depan,” tuturnya yang berpendidikan S1 Manajemen Pendidikan Islam. (Yunan)


























