PALAS (HARIANSTAR.COM)– Dalam rangka mengantisipasi potensi bencana banjir akibat meningkatnya curah hujan, jajaran Polsek Barumun Tengah, Polres Padang Lawas, Polda Sumatera Utara melaksanakan kegiatan patroli dan monitoring debit air sungai Barumun di Desa Pasar Binanga, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas., Kamis (09/04/2026). Pukul 09.30 wib sampai selesai.
Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yuliyanto, SIK., melalui Kapolsek Barumun Tengah AKP Rahmad Saleh Nainggolan, SH.,
Menyampaikan, Kegiatan patroli ini sebagai langkah preventif guna memastikan kondisi debit air sungai tetap dalam batas aman serta meminimalisir risiko terjadinya banjir yang dapat mengancam permukiman warga.
Lanjut Kapolsek Barumun Tengah, bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana alam.
“Sampai saat ini Debit air sungai Barumun masih dalam keadaaan “Normal” Cuaca Cerah. Hadirnya Polri ditengah-tengah Masyarakat sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Hingga selesai Situasi aman dan Kondusif”. Tutup Kapolsek Barumun Tengah AKP Rahmad Saleh Nainggolan, SH.,
Sementara ditempat terpisah lainnya, Ps Kasubsi Penmas Polres Padang Lawas Bripka Ginda K Pohon, kepada awak media mengatakan Polres Padang Lawas dan jajarannya melaksanakan patroli debit air sungai ini kami lakukan secara rutin untuk memantau perkembangan situasi di lapangan.
Apabila terjadi peningkatan debit air yang signifikan, kami akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada. Ujarnya.
Selain melakukan pengecekan debit air, personel juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga sekitar bantaran sungai agar tidak membuang sampah sembarangan serta selalu siaga terhadap kemungkinan terjadinya luapan air.
“Dengan adanya kegiatan patroli ini, diharapkan masyarakat dapat merasa aman dan tetap meningkatkan kewaspadaan guna mencegah dampak yang lebih besar apabila terjadi bencana. “Tuturnya. (AH)



























