PALAS (HARIANSTAR.COM) — Cahaya mentari Kamis sore (30/7/2026) mulai melunak di ufuk barat Padang Lawas. Selesai menunaikan salat Asar berjemaah, keheningan yang tenang merayap pelan di dalam Masjid Al-Amanah, kompleks Polres Padang Lawas.
Di sudut ruangan berkubah itu, suasana begitu hangat. Tak ada kesan kaku atau batasan jarak. Sore itu, AKP Irwansah Sitorus melepaskan sejenak gurat ketegangan yang biasa melekat pada tugasnya sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim). Didampingi sang istri tercinta, ia duduk lesehan bersama puluhan anak yatim dan kaum dhuafa yang hadir memenuhi undangan.
Di sampingnya, turut hadir Kasat Binmas Polres Padang Lawas, Iptu Arwin, yang mengangguk penuh empati menyaksikan senyum polos anak-anak yang memadati area masjid.
Tradisi Ketulusan yang Merawat Asa
Bagi AKP Irwansah, mengumpulkan anak-anak yatim dan warga kurang mampu bukanlah sekadar agenda keprotokolan atau formalitas kelembagaan. Ini adalah kepedulian yang terus dirawat secara rutin—sebuah ritual wujud rasa syukur atas napas, kesehatan, dan takdir hidup yang dititipkan sang Pencipta.
Lantunan doa berkumandang syahdu, dipimpin oleh Bripka Lukman Hasibuan. Suaranya menggema lembut, membelah keheningan masjid, mengaminkan setiap bait harapan agar rezeki yang dibagikan sore itu membawa keberkahan mendalam bagi para penerimanya.
“Kami datang ke sini bukan hanya untuk memberi, tapi justru untuk memohon doa,” ujar AKP Irwansah Sitorus dengan nada suara yang bergetar penuh kerendahan hati.
AKP Irwansah berharap doa tulus dari para anak yatim dan kaum duafa agar selalu dalam lindungan Allah SWT.
“Kami memohon doa agar senantiasa diberi kesehatan, keselamatan, dan kesuksesan dalam mengemban amanah di Sat Reskrim. Serta yang paling utama, doa dari anak-anakku dan ibu-ibu sekalian agar Kabupaten Padang Lawas senantiasa aman, damai, dan terlindungi,” tuturnya.
Merajut Tanggung Jawab Bersama
Melengkapi kehangatan sore itu, Kasat Binmas, Iptu Arwin menegaskan bahwa memeluk dan memperhatikan anak yatim bukan sekadar tugas individu, melainkan panggilan nurani bersama.
“Anak-anak yatim ini adalah tanggung jawab kita semua. Kehadiran kita di sini adalah wujud kasih sayang yang paling nyata. Semoga setiap langkah kecil ini diridhoi oleh Allah SWT,” tutur Iptu Arwin pelan namun penuh makna.
Kebahagiaan sederhana memancar jelas dari wajah-wajah tulus para penerima santunan. Bagi mereka, kepedulian yang konsisten hadir dari sosok seperti AKP Irwansah Sitorus terasa bagaikan oase di tengah hiruk-pikuk kehidupan.
Salah seorang penerima santunan dari kaum dhuafa, dengan mata berbinar dan tangan bergetar, mengungkapkan rasa harumya atas perhatian yang tak pernah putus dari kepolisian setempat.
“Pak Kasat Reskrim ini memang sangat rutin memperhatikan kami yang di bawah ini. Doa terbaik kami selipkan di setiap salat untuk Bapak Polisi, Pak Kasat, dan seluruh jajaran Polres Padang Lawas. Semoga selalu sehat, dilindungi, dan sukses menjalankan tugas menjaga kami,” bisiknya tulus.
Senyum di Penghujung Hari
Gema ucapan “Aamiin…” membumbung tinggi, mengakhiri pertemuan hangat sore itu. Saat tangan-tangan mungil anak-anak yatim menjabat erat jemari perwira polisi tersebut, terlihat ketulusan yang menembus seragam dan pangkat.
Di Masjid Al-Amanah Padang Lawas, sore itu membuktikan satu hal: bahwa di balik ketegasan hukum dan tugas menjaga keamanan, selalu ada ruang luas bagi rasa kemanusiaan dan kepedulian yang tak pernah padam. (AH)




















