JAKARTA (HARIANSTAR.COM) – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) kembali menghadirkan program SheHacks sebagai upaya menjembatani kesenjangan akses perempuan terhadap kapabilitas digital, ekosistem pendukung, dan peluang pertumbuhan usaha di Indonesia.
Di tengah percepatan transformasi digital, perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membutuhkan akses yang lebih merata terhadap pembelajaran, pendampingan, konektivitas, dan teknologi agar mampu membangun usaha yang adaptif serta berdaya saing. Jika selama ini teknologi digital membantu pelaku usaha memperluas pasar dan menjangkau lebih banyak pelanggan, kini kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru untuk mengembangkan ide, meningkatkan produktivitas, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengoptimalkan pertumbuhan bisnis.
Bagi UMKM, AI tidak lagi menjadi teknologi yang hanya dimanfaatkan perusahaan besar. Teknologi ini telah berkembang menjadi alat praktis yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas, menyusun strategi pemasaran, memahami perilaku konsumen, hingga memperluas jangkauan bisnis.
Hal tersebut menjadi semakin relevan mengingat data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menunjukkan bahwa 64,5 persen UMKM di Indonesia dimiliki atau dikelola oleh perempuan. Dengan kontribusi besar tersebut terhadap perekonomian nasional, akses terhadap teknologi dan AI dinilai semakin penting untuk memperkuat kapasitas, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Selama enam tahun terakhir, SheHacks telah menjangkau dan mendampingi lebih dari 61.000 perempuan di berbagai daerah melalui penguatan kapasitas bisnis, akses pembelajaran digital, pendampingan, serta pengembangan ekosistem kewirausahaan perempuan berbasis teknologi.
Pada 2026, SheHacks hadir dengan pendekatan yang lebih relevan terhadap kebutuhan bisnis masa kini. Program ini berfokus membantu perempuan pelaku UMKM memanfaatkan AI secara praktis untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat strategi pemasaran, memahami kebutuhan pelanggan, membuat konten promosi, hingga mengelola usaha secara lebih efektif.
Senior Vice President Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia, mengatakan SheHacks terus berkembang mengikuti kebutuhan perempuan Indonesia yang juga terus berubah seiring perkembangan zaman.
“Sejak pertama kali hadir, SheHacks terus berevolusi untuk menjawab kebutuhan perempuan Indonesia yang juga terus berkembang. Tahun ini, kami memberikan fokus lebih pada AI karena kami melihat teknologi ini akan semakin berperan dalam cara masyarakat belajar, bekerja, berwirausaha, dan berinovasi,” ujar Ovidia.
Menurutnya, melalui SheHacks, Indosat ingin memastikan perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk memahami dan memanfaatkan teknologi, bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai kreator, inovator, dan penggerak pertumbuhan ekonomi.
“Sejalan dengan semangat #LebihBaik, kami percaya teknologi harus mampu membuka peluang yang lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan dukungan konektivitas dan AI, kami berharap semakin banyak perempuan dapat membangun versi terbaik dirinya, baik dalam memulai usaha, mengembangkan bisnis, maupun menjangkau peluang yang lebih besar di era digital,” katanya.
Memasuki tahun ketujuh penyelenggaraannya, SheHacks 2026 menargetkan 27.000 perempuan pelaku UMKM melalui rangkaian pembelajaran interaktif selama enam bulan. Program tersebut mencakup self-learning, webinar, workshop daring, mentoring, hingga business showcase yang dapat diakses secara fleksibel dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, SheHacks juga menghadirkan workshop tatap muka di 10 kota, yakni Bandung, Trenggalek, Medan, Bogor, Ternate, Bekasi, Pekanbaru, Badung, Singkawang, dan Sragen.
Peserta akan mendapatkan berbagai materi melalui talkshow inspiratif dan sesi live selling bersama pelaku usaha perempuan, komunitas, influencer, serta perwakilan Indosat. Mereka juga akan mempelajari pemanfaatan AI untuk mendukung pemasaran, pembuatan konten, hingga pengelolaan keuangan menggunakan Sahabat-AI, Large Language Model (LLM) asli Indonesia yang dirancang untuk mendukung kebutuhan usaha sehari-hari.
Melalui SheHacks 2026, Indosat berharap semakin banyak perempuan Indonesia mampu memanfaatkan teknologi dan AI sebagai langkah menuju usaha yang lebih berkembang, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dengan dukungan pembelajaran, mentoring, dan akses teknologi, program ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk memperluas skala bisnis dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. (RED)


























