MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kakanwil Kemenagsu) H. Ahmad Qosbi mengatakan, sinergitas dan kolaborasi seluruh petugas kloter sangat diperlukan. Petugas kloter punya peran penting melayani jemaah.
Hal tersebut disampaikannya saat melepas Kelompok Terbang (Kloter) 7 calon haji asal Kota Medan dan Kota Pematangsiantar di asrama haji Medan, Selasa (30/05).
Kakanwil juga meminta seluruh petugas kloter untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan petugas yang ada di tanah suci baik di Madinah dan Mekkah. Hal tersebut penting mengingat situasi dan kondisi di sana sangat berbeda dengan tanah air sehingga jemaah harus mengikuti regulasi yang ada.
“Agar tidak terjadi sesuatu hal, maka petugas terus berkomunikasi dan koordinasi dengan petugas yang ada di tanah suci. Disana terdapat segala layanan yang dibutuhkan,” katanya.
Qosbi juga meminta petugas untuk menjaga silaturahmi dan kekompakan dalam satu kloter. Ia tidak ingin jemaah dikotak-kotakkan berdasarkan daerah saja. Namun petugas harus dapat menjadi pemersatu sehingga dapat bersatu padu dalam melaksanakan ibadah, bekerja sama jika ada kendala.
“Tugas mulia ini memang berat. Namun, dengan kekompakan seluruh jemaah maka apapun masalah dapat diselesaikan dengan baik. Maka dari itu, jemaah harus bersatu padu tanpa mengenal asalnya,” ujarnya.
Sementara Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani, SpA dmengucapkan terimakasih kepada pihak penyelenggara yang memberi kemudahan pelayanan dan berpesan kepada calon haji untuk tetap menjaga kesehatan dan stamina.
Ia juga akan terus melakukan monitor dan memantau perkembangan calon haji selama menunaikan ibadah haji di tanah suci. Selain itu meminta kepada calon haji untuk menjaga kondisi kesehatan terutama pada makanan yang dikonsumsi.
“Suhu di tanah suci Makkah yang saat ini sangat tinggi, sekitar 37-38 derajat Celsius mengharuskan jemaah calon haji agar tetap menjaga kesehatan dan stamina. Salah satunya, memanfaatkan waktu luang untuk berisitirahat, banyak minum air putih, dan mengonsumsi vitamin,” pesannya.
Humas Kanwil Kemenagsu M. Yunus mengatakan, kloter 7 berasal dari Medan sebanyak 192 jemaah san Siantar 154 jemaah. 2 jemaah batal berangkat sebelum masum asrama haji karena sakit yaitu Subrata Nata Lumbantobing dan Paenah Pai Abdullah.
“Kloter 7 berjumlah 353 orang termasuk 7 petugas,” kata Yunus.
4 Jemaah Tunda Berangkat
Sementara itu 4 jamaah yang tunda berangkat yaitu Kadiyah Kadiran Kasnin (82), Abdul Latif Rambe (65), Tumi Kemin Saekam (67). Ketiganya jamaah asal Pematang Siantar. Delita Wati Muhammad Nasir (80) warga Medan.
Selain keempat jamaah yang belum keluar visanya, satu calon haji pendamping Delita Wati Muhammad Nasir yang juga tunda berangkat yaitu Ika Diana (45).
“Dari kelima jamaah yang tunda berangkat karena visanya belum keluar dari kedutaan Arab Saudi, satu adalah pendamping. Nantinya para jamaah yang tunda ini akan dialihkan ke kloter berikutnya,” kata Kabid Umum dan Humas Kemenag Sumut, HM Yunus.
Mengenai visa milik jamaah ini, lanjutnya, pihaknya masih menunggu info dari pusat.
“Kami juga masih menunggu info dari pusat,” katanya. (GS)



























