SERGAI (HARIANSTAR.COM) – Saat ini, kondisi debit air yang berada di Sei Padang sejak Rabu kemarin meluap, sudah mulai surut.
Sementara alat berat yang sudah disiapkan di lokasi tanggul yang jebol di Desa Sibarau, Kecamatan Sipispis, Sergai dan di Desa Bandar Tengah, Kecamatan Bandar Khalifa, sudah mulai bekerja.
Demikian disampaikan Kadis PUPR Sergai, Johan Sinaga melalui Kabid Pengairan, Heru saat dikonfirmasi media ini melalui saluran telepon, Senin (14/10/2024) petang.
“Alat berat yang berada di Desa Sibarau itu dari BWS Sumatera II, dan alat berat yang berada di Desa Bandar Tengah milik Pemkab Sergai. Kita terus bersinergi dengan pihak BWS II, karena mereka yang punya kewenangan menangani masalah sungai,” jelas Heru.
Terpisah, dampak meluapnya Sungai Padang yang membanjiri wilayah pemukiman warga di beberapa desa, dan beberapa kecamatan di kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), membuat banyak kerugian akibat terendamnya tanaman milik warga.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sergai, Fritz Euki Prapanca Damanik saat dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya, terkait data-data warga yang terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Padang, Selasa (14/10/2024) menjelaskan, deperti diketahui, meluapnya hingga bobolnya tanggul di Desa Sibarau – Kecamatan Sipispis – Sergai terjadi hari Rabu (9/10/2024) pukul 05.00 WIB. “Imbas dari meluapnya air dari Sei Padang, mengakibatkan banjir dan merendam pemukiman penduduk di beberapa desa di kecamatan Tebing Tinggi, Tebing Syahbandar, Sipispis, Bandar Khalifa, Dolok Masihul ordodan Sei Rampah (air dari Sei Belutu), data sementara = 1.569 KK/ 6.078Jiwa. Korban jiwa/luka= nihil dan Warga yang mengungsi 87 KK. Ini data yang dikumpulkan tim BPBD Sergai hari Minggu kemarin,” sebut Fritz Euki Damanik.
Selanjutnya Kalaksa BPBD Sergai juga menyampaikan rincian, Lokasi, Jumlah warga terdampak dan kondisi terkini.
1.Kec.Tebing Tinggi = (Jlh: 487 KK/ 1.878 jiwa) terdiri dari
-Desa Bah Sumbu (Jlh: 236 KK/ 944 jiwa)
Dusun 1 : 21 KK/ 84 jiwa
Dusun 2: 5 KK/ 20 jiwa
Dusun 3: 3 KK/ 12 jiwa
Dusun 6 : 107 KK/ 428 jiwa
Dusun 7 : 100 KK/ 400 jiwa
(Surut total )
-Desa Jambu ( Jlh: 61 KK/ 244 jiwa)
Dusun 2 : 61 KK( Surut total)
-Desa Mariah Padang
Warga terdampak : 190 KK/ 690 jiwa. (Berangsur Surut ).
2.Kec.Sipispis (Jlh: 15 KK/ 60 jiwa)
-Desa Simalas di Dusun 1 : 15 KK/ 60 jiwa (Berangsur surut).
3.Kec. Bandar Khalifah (Jlh: 855 KK/ 3420 jiwa)
– Desa Juhar : ( Jlh: 417 KK/ 1668 jiwa).
Jlh Pengungsi 87. (Berangsur surut )
-Desa Bandar Tengah ( Jlh: 115 KK/ 460 jiwa).
-Desa Gelam Jlh : 133 KK/532 (Berangsur surut )
-Desa Pekan Jlh 190 KK/760 (Berangsur surut )
4.Kec. Tebing Syahbandar (Jlh: 47 KK/ 196 Jiwa)
– Desa Paya Pinang: Dsn. X : (2 KK/ 8 jiwa)
-Desa Penggalian Dusun II : 45 KK/188 Jiwa (Berangsur surut )
5.Kec. Bintang Bayu (Jlh: 9 KK/ 36 jiwa)
– Desa Damak Tolong Buho, Dsn. 1: 9 KK/ 36 jiwa
6.Kec. Dolok Masihul ( Jlh 122 KK/488 Jiwa
-Desa Bukit Cermin Hilir
122 KK/488 Jiwa (Berangsur surut )
7.Kec.Sei Rampah
Kejadian Banjir susulan di sebabkan lintasan air dan curah hujan di beberapa desa pada Minggu, 13-10-2024
Warga terdampak
-Desa Cempedak Lobang di Dusun 1 Belidaan : 6 KK, Desa Pematang Ganjang
Dusun 5 : 8 KK, Desa Firdaus Dusun XI : 6 KK.
Adapun upaya yang sudah dilakukan, lanjut Kalaksa BPBD Sergai ini yakni melakukan Kordinasi kepada Pemerintah Kecamatan/Desa serta kepada Babinsa. Kordinasi terus menerus Kepada BWS II Sumut. Tim Satgas memantau keadaan banjir secara terus menerus. Memberikan bantuan pangan kepada korban yang memang dirasa membutuhkan.
Adapun kendala yang saat ini dibutuhkan akibat kurangnya logistik dan peralatan karena keterbatasan anggaran. Peralatan Transportasi sangat kurang,
Jumlah personil Satgas sedikit, dan
menunggu perbaikan tanggul jebol dari BWS II Sumut, tandasnya. (biet)

























