PARAPAT (HARIANSTAR.COM) – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang tepat terus dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Universitas Sumatera Utara (USU) berkolaborasi dengan University of Cyberjaya, Malaysia, dalam kegiatan edukasi mengenai penggunaan antibiotik yang baik dan benar sebagai bagian dari penguatan Antimicrobial Stewardship (AMS) dalam mendukung Program Pengendalian Resistensi Antimikroba.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan antibiotik yang tepat, mulai dari pentingnya memperoleh antibiotik sesuai resep dokter, mengikuti dosis dan lama penggunaan sesuai petunjuk, hingga tidak menggunakan antibiotik milik orang lain atau menggunakan kembali antibiotik sisa.
Selain penyampaian materi, kegiatan dilakukan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab bersama masyarakat. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman maupun pertanyaan terkait penggunaan antibiotik dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bahwa antibiotik harus digunakan berdasarkan indikasi dan petunjuk tenaga kesehatan.
Kolaborasi antara Universitas Sumatera Utara dan University of Cyberjaya, Malaysia, menjadi bentuk sinergi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan AMR.
Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi dosen dan mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung melalui pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan edukasi yang dilaksanakan di Pelabuhan Tiga Raja, Parapat, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa penggunaan antibiotik yang tepat merupakan tanggung jawab bersama. Prof. Yuandani S.Farm., M.Si., Ph.D., Apt. selaku ketua tim pengabdian menyampaikan bahwa edukasi mengenai penggunaan antibiotik perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan antibiotik secara tepat, aman, dan bertanggung jawab.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga turut mendukung upaya pencegahan resistensi antimikroba,” jelasnya. (*)




















