MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Video cukur kumis viral terkini memiliki durasi panjang sekitar 35 menit di TikTok kini menjadi incaran warganet.
Adegan si wanita berjilbab hitam yang membuka jilbab dan hoodie yang dikenakannya hingga tampil polos membuat video tersebut menjadi viral.
Salah satu akun TikTok sempat mengunggah cuplikan kecil video saat wanita tersebut membuka hoodie, disamarkan dengan ukuran sangat kecil, sehingga memancing serbuan komentar dan perhatian netizen
Identitas pemeran wanita hingga kini masih misterius
Dari penelusuran, sebuah akun sempat mengunggah potongan video pemeran wanita yang menggunakan jilbab hitam tersebut.
Mulanya, video yang beredar hanyalah potongan singkat yang menunjukkan si wanita berpose merem melek.
Lalu, pada adegan berikutnya, si wanita membuka hijabnya.
Pada video lain, ada adegan dimana wanita itu membuka hoodie yang dipakainya.
Video yang menunjukkan si wanita membuka hoodienya sempat diunggah akun TikTok @omsis***.
Akun TikTok itu mengunggah foto si wanita, tapi pada bagian tengah ia menampilkan cuplikan video saat si wanita membuka hoodie.
Untuk menyamarkan video itu, ia membuat cuplikannya dengan ukuran yang sangat kecil.
Tak pelak, netizen pun menyerbu akun tersebut.
Berbagai spekulasi pun bermunculan terkait asal usul si wanita.
Sebagian netizen menduga ia berasal dari kalangan konten kreator, sementara yang lain menilai ia mungkin bukan figur publik sama sekali.
Ada pula yang menerka latar belakang daerah, profesi, hingga kehidupan pribadinya berdasarkan potongan video yang beredar.
Dugaan-dugaan tersebut berkembang liar tanpa adanya konfirmasi resmi.
Hingga kini, identitas pemeran wanita dalam video “cukur kumis” masih menjadi misteri.
Perbincangan yang terus bergulir menunjukkan betapa cepatnya sebuah konten viral memancing rasa ingin tahu publik.
Di tengah ramainya spekulasi, banyak pihak mengingatkan agar warganet tetap bijak dan menghormati privasi individu.
Viral boleh saja, namun etika dalam bersosial media tetap perlu dijaga.
Pengguna media sosial diimbau agar tidak sembarangan membuka link yang dibagikan, terutama dari sumber yang tidak jelas.
Pengguna media sosial juga disarankan untuk selalu memverifikasi informasi, tidak mudah tergiur judul sensasional, dan memastikan keamanan tautan sebelum mengkliknya.
Dengan sikap waspada dan bijak, risiko kebocoran data maupun kerugian lainnya dapat dihindari.



























