(Foto : MARCA)
MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Rodri akhirnya membawa Manchester City menjuarai Liga Champion. Manchester City menjadi juara Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, setelah mengalahkan Inter 1-0 pada final Liga Champions 2022/23 di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul, Turki, Minggu (11/6/2023) dini hari WIB?
Itu bukan penampilan terbaik juara Inggris musim ini, tetapi gol Rodrigo dan penyelamatan Ederson sudah cukup untuk meraih kemenangan, yang melengkapi treble bersejarah bagi tim asuhan Pep Guardiola, menyusul trofi Liga Premier dan Piala FA yang mereka raih.
Butuh waktu lama bagi Manchester City untuk mematahkan lawan mereka, karena Inter sangat terorganisir dengan baik dan bahkan berhasil menekan dengan sukses pada titik-titik, menghentikan ritme Sky Blues mereka. Babak pertama Inter nyaman dibawah penjaga gawang Kamerun. Pertandingan babak pertama berakhir tanpa gol.
Di babak pertama, Man City terpaksa mengganti De Bruyne dengan Phil Foden karena mengalami cedera. Bahkan setelah melewati ruang ganti, Manchester City tidak dapat menguasai lapangan begitu juga di awal babak kedua yang banyak bertahan.
Inter sempat memiliki peluang di babak kedua ketika Manuel Akanji membiarkan bola dan secara tidak sengaja membiarkan Lautaro Martinez melakukan tembakan tepat sebelum waktu satu jam, tetapi Emerson berhasil.
Akhirnya, Rodrigo memecah kebuntuan dengan melepaskan tembakan ke pojok bawah pada menit ke-67, membuat para penggemar City bersorak kegirangan. Kebobolan 1-0 membuat Inter coba menekan pertahanan Manchester City dan hampir menyamakan kedudukan di menit ke 70, sundulan Federico Dimarco membentur mistar gawang dan kemudian memanfaatkan pantulan rekan setimnya, Romelu Lukaku. Menit ke 89 memiliki peluang dari jarak dekat, namun berhasil diblok oleh Ederson dengan kakinya. Bahkan dengan aksi terakhir pertandingan, Ederson harus melakukan penyelamatan di sudut sebelum wasit meniupkan pluit berakhirnya waktu.
Keberhasilan Manchester City memenangkan Liga Champions sekaligus jadi jawaban bahwa Pep Guardiola akhirnya bisa memenangkan kompetisi tersebut tanpa sosok Lionel Messi.
Nama Guardiola langsung melejit sebagai pelatih muda hebat saat membawa Barcelona meraih enam gelar di musim 2008/2009. Padahal saat itu Guardiola baru promosi jadi pelatih utama setelah di musim sebelumnya menangani tim muda.
Di Barcelona, mengukir namanya sebagai salah satu pelatih terbaik di dekade 2010-an. Dua trofi Liga Champions dimenangkan Guardiola bersama Barcelona
Setelah secara mengejutkan mundur dari Barcelona, Guardiola memilih melatih Bayern Munchen. Di FC Hollywood, Guardiola bisa membawa Bayern merajai Bundesliga namun tidak berhasil membawa klub tersebut memenangkan Liga Champions selama tiga musim ia berada di sana.
Mulai dari momen itulah, anggapan bahwa Guardiola tidak mampu juara Liga Champions tanpa Messi mulai muncul. Anggapan tersebut makin santer ketika Guardiola pindah ke Man City di tahun 2016.
Walaupun bertabur bintang, Man City tak sanggup memenangkan Liga Champions di bawah arahan Guardiola. Padahal, Man City selalu jadi tim yang konsisten tampil apik dari laga ke laga di Liga Inggris sejak Guardiola datang.
Raihan terbaik Guardiola adalah final Liga Champions di 2021. Namun kekalahan dari Chelsea saat itu justru makin mempertebal asumsi bahwa Guardiola memang tak bisa berjaya di Eropa tanpa Lionel Messi ada di dalam timnya.
Asumsi itu akhirnya patah di Liga Champions 2022/2023. Manchester City bisa menapak hingga partai final dan menghadapi Inter Milan. Dalam duel lawan Inter, Man City mampu menang dengan skor tipis 1-0. Gol kemenangan Man City dipersembahkan oleh Rodri. (MARCA/CNN/GS)



























