TEHERAN (HARIANSTAR.COM) – Ketegangan dua negara, Amerika Serikat dan Iran semakin memuncak di tengah aksi demonstrasi besar-besaran di Iran.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei menyindir Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan mengunggah sebuah ilustrasi yang menggambarkan Trump sebagai firaun kuno.
Dalam postingan di media sosial X pada hari Senin, Khamenei mengingatkan bahwa Trump pada akhirnya akan mengalami nasib serupa dengan para tiran yang ada dalam sejarah.
Ilustrasi yang dibagikan melalui akun resmi Khamenei memperlihatkan sebuah sarkofagus bergaya firaun yang telah runtuh, dengan potret wajah Trump di atasnya, disertai tulisan singkat: ‘Seperti Firaun’.
Dalam keterangan berbahasa Persia yang menyertai gambar tersebut, Khamenei menyebut penguasa-penguasa arogan yang berambisi untuk mendominasi dunia, seperti Firaun, Nimrod, Reza Khan, dan Mohammad Reza, yang pada akhirnya akan digulingkan ketika mereka berada di puncak kekuasaan.
“Yang ini pun akan digulingkan,” tulis Khamenei, seperti yang dikutip dari laman Anadolu Agency pada Selasa (13/1/2026).
Unggahan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, setelah pernyataan-pernyataan keras Trump mengenai kepemimpinan Iran, termasuk komentarnya tentang gelombang protes dan kerusuhan yang sedang berlangsung di negara tersebut.
Iran sendiri telah dilanda demonstrasi sejak 28 Desember 2025, yang dimulai dari aksi protes di Grand Bazaar Teheran yang dipicu oleh anjloknya nilai rial serta memburuknya kondisi ekonomi. Aksi protes ini kemudian meluas ke berbagai kota di sejumlah provinsi.
Pemerintah Iran belum merilis data resmi mengenai jumlah korban. Namun, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat memperkirakan setidaknya 544 orang tewas, termasuk di dalamnya demonstran dan anggota pasukan keamanan, serta lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka.
HRANA juga melaporkan bahwa sedikitnya 10.681 orang ditangkap di 585 lokasi di seluruh Iran, mencakup 186 kota di 31 provinsi.
Di sisi lain, jaringan Al Jazeera yang mengutip Kantor Berita Tasnim Iran melaporkan bahwa setidaknya 109 anggota pasukan keamanan juga tewas selama kerusuhan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Situasi ini semakin menambah ketegangan politik dan keamanan di Iran, di tengah tekanan eksternal dan krisis ekonomi yang semakin dalam.



























