NTT (HARIANSTAR.COM) – Kisah pilu terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang bocah yang masih duduk di bangku SD nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku sekolah dan pena.
Sebelum meninggal, siswa SD tersebut menuliskan sebuah surat yang ditujukan untuk ibunya.
Sang bocah meminta izin untuk pergi kepada ibunya. Siswa SD itu juga berpesan agar ibunya tidak menangis.
Diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, begini isi surat memilukan sebelum aksi bunuh diri tersebut.
“Surat buat Mama
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya
Selamat tinggal Mama”.
Berdasarkan informasi yang beredar, bocah SD itu selama ini tinggal bersama sang nenek.
Sementara ibunya adalah orang tua tunggal yang sehari-hari sibuk bekerja untuk menafkahi keluarganya.
Pekerjaan ibunya pun tak menentu. Ia hanyalah buruh serabutan dan bertani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain korban, ibunya juga mengurusi empat anak lainnya.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menanggapi kejadian memilukan ini.
Ia menegaskan pemerintah merasa sangat prihatin atas meninggalnya bocah SD tersebut karena bunuh diri.
Menurutnya, hal ini menjadi atensi bersama supaya kejadian serupa tidak kembali terulang di masa depan.
“Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita. Ya kita harapkan tidak ada (keluarga miskin dan miskin ekstrem) yang tidak terdata,” katanya.



























