TEHERAN (HARIANSTAR.COM) – Setelah melalui prosedur konstitusional yang berlaku, Iran menunjuk Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin baru.
Mojtaba Khamenei diangkat menggantikan ayahnya Khamenei yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel beberapa waktu lalu.
Mojtaba Khamenei (58) dipilih oleh Majelis Ahli Iran, lembaga beranggotakan 88 ulama yang berdasarkan konstitusi bertanggung jawab menunjuk otoritas politik dan keagamaan tertinggi di negara tersebut.
Ia dipilih menjadi pemimpin tertinggi ketiga Republik Islam Iran sejak Revolusi Iran 1979, dan mengambil alih kepemimpinan di tengah konflik kawasan yang memanas serta ketidakpastian di dalam negeri.
Pengumuman Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru, menegaskan Iran tidak tunduk kepada kemauan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Bahkan Iran terus mengirim serangan rudal dan drone ke pangkalan Amerika di seluruh Teluk Persia dan Israel. Mereka mengatakan memiliki kemampuan untuk mempertahankan perang selama berbulan-bulan.
Trump mengatakan Washington akan berupaya memengaruhi siapa yang akan dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran berikutnya. Ia menegaskan, tanpa persetujuan AS, siapa pun yang dipilih untuk jabatan tersebut tidak akan bertahan lama.
Sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan, pemilihan pemimpin tertinggi adalah urusan domestik Iran dan tidak dapat dipengaruhi oleh negara lain, termasuk Amerika Serikat.



























