WASHINGTON (HARIANSTAR.COM) – Donald Trump menyebutkan ada dua alasam utama meluncurkan serangan kepada Iran.
Pertama, kegagalan negosiasi pekan ini yang dipimpin oleh utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner.
“Iran mendekat lalu mundur, mendekat lalu mundur. Saya menyimpulkan mereka tidak benar-benar ingin mencapai kesepakatan,” katanya dilansir dari gaza media, Minggu (1/3/2026).
Alasan kedua adalah “perilaku Iran selama beberapa dekade terakhir.” Ia menyatakan telah meminta timnya menyusun daftar semua serangan yang dikaitkan dengan Iran selama 25 tahun terakhir.
“Saya melihat bahwa setiap bulan mereka melakukan sesuatu yang buruk, meledakkan sesuatu atau membunuh seseorang,” klaimnya.
Trump juga menuduh Iran mulai membangun kembali beberapa fasilitas nuklir yang sebelumnya dihantam AS dan Israel dalam perang 12 hari pada Juni 2025.
Meski demikian, sejumlah analis independen menyatakan bahwa meskipun ada aktivitas konstruksi di beberapa lokasi nuklir, belum ada kesimpulan bahwa Iran telah melanjutkan program senjata nuklirnya.
Trump berulang kali menegaskan bahwa keputusannya meluncurkan “Operasi Palu Tengah Malam” yang menghancurkan atau merusak berat tiga fasilitas nuklir Iran memungkinkan pelaksanaan operasi saat ini.
Ia mengklaim bahwa jika fasilitas tersebut tidak diserang pada Juni 2025, Iran sudah memiliki senjata nuklir, sehingga serangan terhadapnya akan menjadi mustahil.
Kemudian pada Sabtu malam, dalam wawancara dengan ABC News, Trump menyatakan optimisme bahwa operasi militer AS–Israel berjalan “sangat baik.”
Amerika Serikat dan Israel disebut melancarkan operasi militer terbesar di Timur Tengah dalam satu generasi, yang tidak hanya bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran, tetapi juga menciptakan kondisi yang dapat menggulingkan rezim.
Keadilan bagi rakyat Iran dan Amerika
Trump sebelumnya mengatakan bahwa kematian Khamenei bukan hanya bentuk keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi seluruh warga Amerika. Ia menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran tidak mampu menghindari sistem intelijen dan pelacakan Amerika yang sangat canggih.
Trump menambahkan bahwa Khamenei dan para pemimpin lain yang tewas bersamanya “tidak bisa berbuat apa-apa,” serta menyebut ini sebagai peluang terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka.
Mengenai kelanjutan operasi militer terhadap Iran, Trump mengatakan bahwa pemboman intensif dan presisi akan terus berlanjut sepanjang pekan ini atau “selama diperlukan.”
Ia menegaskan bahwa tujuan serangan tersebut adalah untuk mencapai perdamaian di seluruh Timur Tengah dan dunia.

























