TEHERAN (HARIANSTAR.COM) – Setelah hampit 4 bulan perang yang mengguncang dunia. Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya sepakat untuk berdamai.
Kesepakatan yang dimediasi Pakistan itu dijadwalkan ditandatangani secara resmi 19 Juni 2026.
DIlansir dati Tasnim, Kamis (18/6/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei.
mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman Iran-AS oleh presiden kedua negara.
“Saat saya berbicara kepada Anda, teks Nota Kesepahaman Islamabad mungkin telah ditandatangani oleh presiden Iran dan Amerika Serikat,” katanya.
Namun, ia menyampaikan bahwa rencana agar tim negosiasi berada di Jenewa tetap berjalan, tetapi penandatanganan Nota Kesepahaman akan dilakukan secara digital dan upacara penandatanganan tidak akan diadakan di Swiss.
Adapun MoU atau nota kesepahaman AS dan Iran yaitu sepakat menghentikan seluruh operasi militer selama 60 hari. Iran membuka kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz. Iran menyatakan tidak akan mengembangkan atau memiliki senjata nuklir. Komitmen segera dan permanen untuk menghentikan operasi militer di semua lini serta menahan diri dari ancaman penggunaan kekuatan.
Donald Trump mengumumkan kedua negara telah menyepakati penghentian konflik dan pembukaan kembali Selat Hormuz.



























