MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Rumah Sakit (RS) Adam Malik terus berupaya memperkuat layanan jantung sebagai salah satu layanan unggulan dengan dukungan alat kesehatan berteknologi terkini.
Terbaru, Pusat Jantung Terpadu (PJT) RS Adam Malik telah melakukan tindakan ablasi jantung menggunakan metode Pulse Field Ablation (PFA) untuk penanganan pasien dengan gangguan irama jantung atau aritmia.
Tindakan tersebut merupakan salah satu inovasi teknologi medis dalam layanan ablasi jantung di RS Adam Malik. Melalui metode PFA, tindakan ablasi dilakukan menggunakan teknologi medan listrik berdenyut (pulsed field) dengan tujuan menangani sumber gangguan irama jantung, khususnya kasus atrial fibrilasi (aritmia) secara lebih terarah.
Dokter ahli jantung RS Adam Malik dr. Mirhansyah Perdana Hutasuhut, Sp.JP(K), menjelaskan bahwa prosedur ablasi jantung dengan teknologi PFA ini pertama kali dilakukan di RS Adam Malik pada tanggal 26 Mei 2026. “Kita sudah melakukan tindakan ablasi dengan metode PFA yang pertama di RS Adam Malik,” ujar Mirhansyah belum lama ini.
Dia menjelaskan, tindakan ablasi ini dilakukan menggunakan kateter yang diarahkan ke area jantung untuk menangani sumber gangguan irama atau kecepatan detak jantung. Salah satu kondisi yang dapat ditangani melalui prosedur ablasi adalah atrial fibrilasi, yaitu salah satu jenis gangguan irama jantung yang menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur.
“Ablasi PFA ini dilakukan dengan menggunakan bius umum untuk membuat dua akses vena di pahanya. Dari situ kita memasukkan kateter ablasi ke atrium kiri, kemudian kita akan mengisolasi secara elektrik vena pulmonalis. Kalau tidak ada komplikasi apa-apa, besoknya pasiennya sudah bisa pulang,” jelasnya.
Menurutnya, salah satu keunggulan yang menjadi perhatian dalam tindakan PFA tersebut adalah waktu pelaksanaan prosedur. Dalam kasus yang ditangani, proses tindakan dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat. “Hanya satu jam,” ungkap dokter subspesialis aritmia tersebut ketika menjelaskan durasi tindakan yang dilakukan.
Sementara itu, dokter ahli jantung lainnya di RS Adam Malik, dr. Anggia Chairuddin Lubis, M.Ked(Cardio), Sp.JP(K), menjelaskan bahwa gangguan irama jantung seperti atrial fibrilasi dapat menimbulkan sejumlah keluhan yang dirasakan pasien. “Dapat menyebabkan rasa berdebar-debar, sesak napas, mudah lelah, dan sering kali tidak menimbulkan gejala sampai seseorang jatuh terkena penyakit stroke,” terang Anggia.
Dia juga menjelaskan bahwa saat ini RS Adam Malik telah memiliki teknologi ablasi dengan metode PFA yang dapat menjadi bagian dari penanganan pasien dengan gangguan irama jantung, setelah sebelumnya menghadirkan teknologi ablasi 3D pada pertengahan tahun 2021 silam. “Di RS Adam Malik kita sudah memiliki berbagai opsi untuk melakukan pengobatan atrial fibrilasi, dan yang paling terbaru adalah teknologi ablasi,” pungkas dr Anggia.
Melalui penerapan teknologi PFA tersebut, RS Adam Malik berupaya menghadirkan pilihan penanganan gangguan irama jantung dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Kehadiran teknologi ini juga menjadi bagian dari pengembangan layanan Pusat Jantung Terpadu RS Adam Malik yang mengintegrasikan berbagai layanan jantung dan pembuluh darah dengan dukungan sumber daya manusia terbaik dan teknologi medis terbaru. (YS)






















