LANGKAT (HARIANSTAR.COM) – Warga Desa Pelawi Selatan Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat disorot.
Pasalnya, beberapa warga di desa itu tidak mendapatkan Bantuan Pangan Nasional (Bapanas) penyaluran beras 30 Kg kepada masyarakat masih di persoalkan ,ada beberapa masyarakat tidak mendapat bantuan tersebut, Sabtu (26/9/2026).
Kepala Desa Pelawi Selatan Kecamatan Babalan Rizal saat di konfirmasi melalui WhatsApp terkait batuan beras yang di salurkannya sebanyak 30 kg ke setiap kepala keluarga, namun beberapa warganya yang tidak menerima bantuan pangan tersebut menjelaskan penerima pangan ini penerima PKH, BPNT,dan masyarakat yang desilnya rendah
“Setahu kita seperti itu, tapi mungkin terkadang ada juga desil 6 juga dapat dan semua terbagi sesuai dengan undangan yang diterima,” cetusnya.
Artinya, bagi masyarakat yang tidak menerima undangan sudah jelas tidak menerima bantuan pangan nasional (
Bapanas). Kesalahan bantuan yang tidak merata masih tetap di persoalkan agar bantuan pangan harus terbagi merata bagi masyarakat sekitar. Karenanya, pihak desa/lurah harus meningkatkan kinerjanya agar bantuan tersebut tersalurkan dengan tepat sasaran.
Begitu juga dengan salah satu warga Desa Perlis Kecamatan Berandan Barat Kabupaten Langkat Yuslianti warga Dusun 1 Aman Desa Perlis seorang janda beranak tiga juga mengeluhkan tidak pernah mendapatkan bentuk bantuan apapun sama sekali. Padahal dirinya sangat mengharapkan bantuan tersebut meski sudah berulang kali datanya di ajukan ke Dinas Sosial Kabupaten Langkat.
“Dulu sebelum saya janda, semua bantuan saya terima seperti bantuan PKH serta lainnya. Namun setelah setatus saya janda, hingga sampai saat ini segala bantuan tidak pernah di terima dari pihak pemerintah daerah,
Kini pihak Desa Perlis sedang menyalurkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilo yang di salurkan setiap kepala keluarga,” ujarnya.
Namun, keluhnya, ia tidak mendapatkan bantuan itu. Alasan pihak desa bagi yang mendapat undangan. “Meski data kartu keluarga saya sudah di ajukan ke Dinas Sosial Kabupaten Langkat hampir setahun lalu sampai saat ini segala batuan tidak di peroleh,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Langkat Taupik saat dihubungi melalui telepon mengatakan, semua bantuan tidak hanya dari Dinas Sosial.
“Izin bg ,Itu beras 30 kg bantuan dari bapanas, bukan Kemensos. Bantuan kan gak semuanya dari Kemensos bang dan terkait bantuan bapanas bisa coba kordinasi dengan Dinas Pertanian,” sebutnya.
Menurut M Rafi, persoalan tersebut tidak seharusnya dianggap sepele karena menyangkut bantuan pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia pun meminta Kepala Desa Pelawi Selatan dan Kepala Desa Perlis untuk mengevaluasi setiap Kepala Dusunnya terutama terkait proses pendataan dan penyaluran bantuan kepada warga.
“Jangan sampai bantuan untuk warga yang benar-benar membutuhkan justru menimbulkan polemik karena persoalan data dan penyaluran yang tidak transparan,” tegasnya.(Rudi)






















