MADINA (HARIANSTAR.COM) – Gelombang kekecewaan masyarakat Desa Tabuyung melalui Koperasi Muda Harapan Abadi semakin menguat.
Warga secara tegas menyatakan menolak tawaran pertemuan yang hanya melibatkan dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Menurut masyarakat, persoalan yang mereka perjuangkan sudah berlangsung cukup lama dan tidak dapat lagi diselesaikan melalui pertemuan yang hanya menghasilkan janji tanpa kepastian, Sabtu (30/5/2026).
Masyarakat menilai, berbagai pembahasan yang telah dilakukan selama ini belum memberikan hasil yang nyata. Oleh karena itu, warga meminta agar pertemuan selanjutnya minimal dihadiri langsung oleh Bupati Mandailing Natal H Saipullah Nasution sebagai pemegang kewenangan tertinggi di daerah untuk mengambil keputusan yang jelas dan bertanggung jawab.
Dalam berbagai kesempatan, masyarakat mengaku sudah terlalu sering mendengar janji-janji penyelesaian. Namun hingga saat ini, mereka menilai belum ada komitmen yang benar-benar diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata. Kondisi tersebut memicu kekecewaan dan kemarahan warga yang merasa aspirasi mereka terus diabaikan.
“Kami tidak lagi membutuhkan janji. Yang kami butuhkan adalah keputusan dan tindakan nyata. Jika memang pemerintah serius menyelesaikan persoalan ini, maka pimpinan daerah harus hadir dan mendengarkan langsung suara masyarakat,” ungkap salah satu perwakilan warga. sebagai ketua koperasi Yose meldi
Kekecewaan yang terus menumpuk membuat masyarakat mulai mempertimbangkan langkah-langkah yang lebih besar untuk menyampaikan aspirasi mereka. Warga menyatakan siap menggelar aksi unjuk rasa secara damai dalam skala besar apabila tuntutan mereka tidak mendapat perhatian yang serius dari pihak berwenang.
Selain mendesak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, masyarakat juga menyampaikan harapan agar pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap persoalan yang mereka hadapi. Warga meminta keadilan dan kepastian penyelesaian masalah yang selama ini menjadi sumber keresahan di tengah masyarakat.
Menurut perwakilan Koperasi Muda Harapan Abadi, perjuangan yang dilakukan bukan untuk menciptakan konflik, melainkan untuk memperoleh kepastian dan keadilan bagi masyarakat. Mereka berharap seluruh pihak yang memiliki kewenangan dapat menunjukkan komitmen yang nyata sehingga persoalan yang telah berlangsung lama dapat segera menemukan titik terang.
Apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah daerah, masyarakat menyatakan akan terus memperjuangkan aspirasi mereka melalui jalur yang sesuai dengan ketentuan hukum dan demokrasi yang berlaku, termasuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar suara masyarakat Desa Tabuyung benar-benar didengar dan ditindaklanjuti. (Indra)



























