MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Setelah pengunduran diri Direktur Bank Indonesia, pada perdagangan akhir pekan kemarin juga diikuti oleh pengunduran diri sejumlah pejabat OJK (otoritas jasa keuangan).
Kinerja pasar keuangan pada hari jumat (30/01) mampu ditutup menguat setelah pengunduran Direktur Utama BEI, meskipun pengunduran diri sejumlah pejabat OJK belum direspon pasar karena dilakukan setelah perdagangan di bursa sudah ditutup.
“Penguatan tersebut juga sudah mengkompensasi dari pemangkasan rekomendasi saham Indonesia menjadi underweight oleh analis Goldman Sachs”, ujar Gunawan Benjamin, Pengata ekonomi Sumut, Senin, (2/2).
Ditambah Selanjutnya UBS Group AG juga memangkas rekomendasi saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya overweight. Artinya pasar saham di tanah air sudah mengkompensasi tekanan tersebut dengan terbukti membukukan penguatan pada perdagangan akhir pekan kemarin.
Pengunduran diri sejumlah pejabat OJK semestinya tidak menjadi sentimen negatif bagi kinerja IHSG di awal pekan nanti, katanya.
Yang diharapkan lembaga keuangan dari luar tersebut adalah adanya kejelasan arah kebijakan regulator. Selain itu tentunya pelaku pasar juga menanti perhitungan ulang dari MSCI (Morgan Stanley Capital International).
Sehingga pembekuan rebalancing indeks saham Indonesia dihentikan. Namun pastinya setelah merespon sejumlah langkah yang diambil Indoensia tentunya, ucap Gunawan.
Disebutkan Kalau melihat dari pengunduran diri sejumlah pejabat tinggi terkait di pasar modal. Saya menilai bahwa langkah tersebut memang bisa membuat pelaku pasar kebingungan, karena ada banyak pejabat yang mundur dan bisa memicu tekanan di pasar saham. Karena pasar juga membutuhkan kepastian dari kehadiran penyelenggara bursa itu sendiri, papar Gunawan.
Untuk itu pemerintah bisa melakukan upaya segera mungkin menunjuk pengganti untuk segera mengisi kekosongan tersebut. Karena harus ada pejabat yang nantinya diminta untuk memberikan kejelasan regulasi di tanah air setelah langkah MSCI membekukan rebalancing indeks saham. Saya melihat arah kebijakan nantinya akan mengakomodir kepentingan investor dan meredakan tekanan di pasar saham, katanya.
Yang penting pemerintah merespon cepat pengunduran diri sejumlah pejabat penting di pasar modal saat ini. Masalah di apsar saham saat ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Koreksi tajam pada pasar saham berpeluang melebar dan meluas ke masalah lain yang bisa berujung krisis, jika dibiarkan berlarut-larut dan menghabiskan waktu terlalu lama, tutup Gunawan. (Abi)



























