KARO (HARIANSTAR.COM)– Warga Desa Rih Tengah, Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo, dikejutkan dengan kemunculan seekor Harimau Sumatera di areal Perladangan Lau Keruas pada Rabu (27/8/2025) sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Dua warga, yakni Hermanto Sembiring (50), seorang sopir traktor, dan rekannya Bahtiar Sembiring (30), yang tengah bekerja di ladang, melihat langsung harimau tersebut berkeliaran di lokasi. Merasa khawatir, keduanya segera menghentikan aktivitas dan melaporkan temuan itu kepada Kepala Desa Rih Tengah.
Menyikapi laporan tersebut, Kepala Desa Rih Tengah Sarianna br Karo segera berkoordinasi dengan Camat Kutabuluh, Polsek Kutabuluh dan Koramil 05/Payung. Tim gabungan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara kemudian turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.
“BKSDA bersama petugas melakukan penghalauan menggunakan marcon standar agar satwa tersebut kembali ke habitatnya. Selain itu, dipasang pula kamera pemantau untuk memonitor pergerakan harimau,” jelas Kapolsek Kutabuluh, AKP Poltak Hamonangan, S.H.
Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr. Opsla, melalui Kapolsek Kutabuluh menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BKSDA dan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga sekaligus menjaga kelestarian satwa dilindungi tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan lebih berhati hati dalam beraktivitas di ladang. Jangan pernah mencoba menangkap, menjerat, apalagi membunuh harimau tersebut karena merupakan satwa yang dilindungi oleh negara,” tegas Kapolres.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem. “Jika ada warga yang kembali melihat atau menemukan jejak harimau, segera laporkan kepada petugas desa atau pihak kepolisian untuk ditindak lanjuti,” pungkasnya.
Atas adanya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah kecamatan, desa, serta BKSDA, diharapkan konflik antara manusia dan satwa dapat dicegah sehingga keamanan warga terjamin dan kelestarian Harimau Sumatera tetap terjaga.(TK-1)