• Latest
  • Trending
  • All
Fenomena Harga Pangan Berlawanan Dengan Teori Ekonomi, Demand Turun Namun Harga Naik

Fenomena Harga Pangan Berlawanan Dengan Teori Ekonomi, Demand Turun Namun Harga Naik

22 April 2024
Bupati Karo Hadiri Rapat Koordinasi Nasional Mitigasi Kekeringan Pertanian

Bupati Karo Hadiri Rapat Koordinasi Nasional Mitigasi Kekeringan Pertanian

21 April 2026
Zakiyuddin Minta Pelayanan Pasien Umum dan BPJS di RS Awal Bros Tak Dibedakan

Zakiyuddin Minta Pelayanan Pasien Umum dan BPJS di RS Awal Bros Tak Dibedakan

21 April 2026
Bupati Pakpak Bharat yakin Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Wujudkan Swasembada Pangan

Bupati Pakpak Bharat yakin Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Wujudkan Swasembada Pangan

21 April 2026
PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 atas Inovasi Edukasi Energi di Taman Jargas Nusantara 2025

PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 

21 April 2026
PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 atas Inovasi Edukasi Energi di Taman Jargas Nusantara 2025

PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 atas Inovasi Edukasi Energi di Taman Jargas Nusantara 2025

21 April 2026
DPRD Langkat Setujui Rekomendasi LKPJ 2025

DPRD Langkat Setujui Rekomendasi LKPJ 2025

21 April 2026
Temui Korban Banjir, Bupati Langkat Siap Perjuangkan Bantuan ke Pusat

Temui Korban Banjir, Bupati Langkat Siap Perjuangkan Bantuan ke Pusat

21 April 2026
Ketua TP PKK Karo Beri Pembinaan PAAR di Desa Rumah Berastagi

Ketua TP PKK Karo Beri Pembinaan PAAR di Desa Rumah Berastagi

21 April 2026
Ciptakan Rasa Aman, Tokoh Masyarakat Belawan Puji Kinerja POMAL Kodaeral I

Ciptakan Rasa Aman, Tokoh Masyarakat Belawan Puji Kinerja POMAL Kodaeral I

21 April 2026
Buka Sport and Art Catholica 2026, Pemkab Karo Dorong Generasi Muda Tangguh

Buka Sport and Art Catholica 2026, Pemkab Karo Dorong Generasi Muda Tangguh

21 April 2026
Pegawai Bank Diduga Selingkuh Dilaporkan ke Polda Sumut

Pegawai Bank Diduga Selingkuh Dilaporkan ke Polda Sumut

21 April 2026
Mamak-Mamak Pajak Belawan Apresiasi POMAL Usai Tangkap Begal Sadis

Mamak-Mamak Pajak Belawan Apresiasi POMAL Usai Tangkap Begal Sadis

21 April 2026
Selasa, April 21, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home EKONOMI

Fenomena Harga Pangan Berlawanan Dengan Teori Ekonomi, Demand Turun Namun Harga Naik

by Abi
22 April 2024
in EKONOMI
Fenomena Harga Pangan Berlawanan Dengan Teori Ekonomi, Demand Turun Namun Harga Naik
FacebookWhatsappTelegram

MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Harga daging ayam pada perdagangan hari ini mengacu kepada PIHPS (pusat informasi harga pangan strategis) berada di rata-rata harga 36.700 per Kg nya.

Harganya cenderung naik dan bertahan mahal sekalipun harga jagung di level petani berada di bawah 5.000 per Kg. Dari hasil observasi, saya menemukan ada penurunan konsumsi yang cukup signifikan.Konsumsi daging ayam di awal bulan februari 2024 yang menjadi tolak ukurnya, di saat ramadhan hingga idul fitri justru terpangkas dalam rentang 10% hingga 25%, jelas Gunawan Benjamin, Pengamat Ekononi Sumut kepada HarianStar, Senin (22/2024).

Baca Juga

Bupati Pakpak Bharat yakin Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Wujudkan Swasembada Pangan

PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 

PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 atas Inovasi Edukasi Energi di Taman Jargas Nusantara 2025

Bahkan lanjut Gunawan sampai hari ini konsumsi daging ayam masih lebih rendah di sejumlah pedagang yang dijadikan responden di sekitar kota medan dan sekitarnya. Penurunan konsumsi ini justru akan disiasati dengan menekan biaya operasional, katanya.

Salah satu caranya mengurangi penggunaan kandang dan efisiensi tenaga kerja. Yang pada akhirnya akan memicu penurunan produksi penurunan produksiyang mengakibatkan harga mengalami kenaikan. Karena tidak mungkin peternak mempertahankan produksinya ditengah penurunan permintaan, yang bisa memicu tekanan pada harga jual daging ayam dan membuat peternak mengalami kerugian.

“Potensi penurunan harga daging ayam akan terjadi di pekan terakhir bulan april. Namun jika tidak terlihat ada penurunan di sekitar 28 hingga 33 ribu per Kg. Maka kita berpotensi untuk tidak bisa melihat harga daging ayam di bawah 30 ribu setidaknya hingga 2 bulan yang akan datang. Hal yang sama juga kerap terjadi pada harga cabai merah, ” Tambahnya.

Ditambahkanya, Harga cabai yang turun, diakibatkan oleh pasokannya yang melimpah dan memburuknya demand atau permintaan. Akan memicu kenaikan harga di masa yang akan datang. Hal ini dipicu oleh melemahnya kemampuan finansial petani yang tidak mampu memenuhi kebutuhan bercocok tanam 100%.

Atau diakibatkan oleh gangguan cuaca yang kurang menguntungkan seperti yang terjadi belakangan ini, imbuh Gunawan.

Dimana harga cabai bertahan mahal seiring dnegan gangguan pasokan yang memicu kenaikan harga. Harga cabai merah berada dalam rentang 25 hingga 33 ribu per Kg pada hari ini. Mengacu kepada sejumlah pasar tradisional yang berada di kota medan dan deli serdang. Cabai merah berpotensi untuk bertahan di level tersebut hingga akhir bulan april, dengan kecenderungan mengalami penurunan.

Secara keseluruhan, pembentukan harga memang selalu dipengaruhi oleh demand dan supply. Selalu ada pembenaran mengenai teori tersebut jika mengacu kepada transaksi pada harga barang yang tengah berlangsung. Namun melemahnya demand atau permintaan tidak selalu mengakibatkan penurunan harga dalam periode waktu tertentu.

Karena sejatinya produsen bisa melakukan pengendalian produksi, yang didasarkan pada banyak faktor untuk melakukannya. Namun ada faktor yang mampu dikendalikan seperti biaya operasional produsen, maupn faktor lain yang diluar kemampuan peternak untuk mengendalikannya seperti cuaca.

Post Views: 179
Tags: cenderung naikHarga ayamkepada PIHPSMengacupenurunan produksiPenyebab kenaikan harga
ShareSendShare
Abi

Abi

Baca Juga

Bupati Pakpak Bharat yakin Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Wujudkan Swasembada Pangan
EKONOMI

Bupati Pakpak Bharat yakin Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Wujudkan Swasembada Pangan

21 April 2026
PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 atas Inovasi Edukasi Energi di Taman Jargas Nusantara 2025
EKONOMI

PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 

21 April 2026
PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 atas Inovasi Edukasi Energi di Taman Jargas Nusantara 2025
EKONOMI

PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 atas Inovasi Edukasi Energi di Taman Jargas Nusantara 2025

21 April 2026
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi dengan BIN Sumatera Utara
EKONOMI

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi dengan BIN Sumatera Utara

21 April 2026
Biaya Meroket Tajam, Pakar Petrokimia UPER Soroti Tantangan Berat Industri Plastik
EKONOMI

Biaya Meroket Tajam, Pakar Petrokimia UPER Soroti Tantangan Berat Industri Plastik

20 April 2026
Tingkat Permodalan Bermasalah, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gebu Prima
EKONOMI

OJK Minta BNI Segera Tuntaskan Kasus Nasabah KCP Aek Nabara

19 April 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In