MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dapat dilihat melalui tiga pintu masuk baik melalui udara maupun laut.
Pada November 2025, jumlah kunjungan
wisman mencapai 20.987 kunjungan atau mengalami penurunan sebesar 15,45 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya (m-to-m).
Walaupun demikian, jumlah kunjungan wisman pada November 2025 tetap mengalami peningkatan sebesar 8,62 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2024 (y-on-y).
“Secara agregat, selama periode Januari–November 2025, jumlah wisman yang
berkunjung ke Sumut mencapai 268.939 kunjungan. Mengalami peningkatan sebesar 17,43 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 (c-to-c) yang berjumlah 229.013 kunjungan,” ujar Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, Selasa (6/1).
Asim mengatakan, dari 10 negara pasar utama wisman pada November 2025, Malaysia masih mendominasi jumlah wisman yang datang ke Sumut yakni sebesar 54,75 persen, diikuti oleh Singapura 6,74 persen, Tiongkok 4,18 persen, Jerman 1,40 persen, Amerika Serikat 1,14 persen, Australia 1,09 persen, India 1,05 persen, Belanda 1,04 persen, Inggris Raya 1,03 persen, dan Thailand 0,91 persen.
“Jumlah wisman dari 10 negara tersebut
sebesar 73,32 persen dari total kedatangan wisman di Sumut. Kemudian, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Sumut pada November 2025 tercatat mencapai rata-rata 42,62 persen atau mengalami peningkatan dibandingkan Oktober 2025 (m-to-m) dengan rata-rata sebesar 40,70 persen,” sebutnya.
Jika dibandingkan dengan bulan yang
sama pada tahun sebelumnya, TPK mengalami penurunan secara y-on-y sebesar 2,21 persen poin dari 44,83 persen pada November 2024.
“Pada November 2025, TPK tertinggi masih terjadi pada hotel bintang 5 yaitu mencapai 60,10 persen, sedangkan TPK hotel terendah terjadi pada hotel bintang 1 yang hanya mencapai 22,73 persen,” katanya.
Ia menambahkan, secara agregat, rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia di hotel bintang selama November 2025 yaitu selama 1,32 malam, atau mengalami peningkatan 0,01 persen poin dibandingkan Oktober 2025 sebesar 1,31 malam.
“Hotel bintang 5 menjadi hotel bintang dengan rata-rata lama menginap tamu terlama yang mencapai 1,47 malam. Dengan demikian, capaian ini mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya yaitu sebesar 1,40 malam,” tukasnya. (IP)



























