MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Orang tua ESH, Pretty Sumiati Sitompul berharap polisi segera menindak lanjuti laporannya. Pasalnya, ia tak menginginkan jatuhnya korban lain seperti yang dialami anaknya.
“Harapan kami ya di proses lah laporannya,” ucapnya, Selasa (19/8/2025).
Dijelaskannya, dari amatan pihak keluarga, peluru senapan angin itu diduga berasal dari salah satu rumah di kawasan itu. Namun ia tak dapat menunjuk langsung lantaran tak memiliki saksi mata jika di rumah tersebut pernah terlihat aktivitas menggunakan senapan angin.
“Kalau kita lihat posisi berdiri anak kami terkena tembakan itu dan arah masuk pelurunya, ada kecurigaan kami dari salah satu rumah. Tapi kan kita nggak bisa nuduh. Nggak ada saksi kita,” ujarnya.
Kapolsek Medan Area, Kompol Dwi Himawan Chandra ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki kasus penembakan siswa kelas XI SMA, ESH, 16 tahun, yang terjadi, Rabu (30/7/2025) lalu.
“Kita masih Lidik ya,” ucapnya saat dihubungi, Selasa (19/8/2025).
Dilanjutkannya, pihaknya akan melakukan croscek ke sekitar lokasi kejadian untuk melihat ada tidaknya petunjuk mengarah ke pelaku penembakan.
Ia pun mengimbau pihak keluarga untuk memberikan informasi terkait kasus itu. Menurutnya, informasi yang diberikan akan sangat membantu proses penyelidikan pihaknya.
“Kita akan croscek kalau di sekitar lapangan itu ada cctv. Kalau pihak keluarga punya informasi terkait hal itu, atau petunjuk-petunjuk lain, akan kita kembangkan. Hal itu akan memudahkan kami,” ujarnya.
Sebelumnya, seorang remaja 16 tahun, ESH menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK), Rabu (30/7/2025).
Insiden itu terjadi di Jalan Pelikan Raya, Medan Denai, persis di lapangan sepakbola. Akibat kejadian itu, peluru yang diduga senapan angin menembus perut sebelah kanan dan bersarang di usus kecil siswa kelas XI SMA itu.
Menurut orang tuanya, Pretty Sumiati Sitompul, saat peristiwa terjadinya anaknya sedang bermain layangan dengan teman-temannya. Tiba-tiba anaknya terkejut terkena peluru ke bagian perutnya.(RED)