INGGRIS (HARIANSTAR.COM) – Britania Raya tidak akan terseret ke dalam konflik yang lebih luas di Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Dalam konferensi pers pada Senin (17/3), Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan pemerintahnya akan terus berupaya mencari penyelesaian cepat atas konflik tersebut. Ia menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah menghentikan pertempuran.
Starmer juga menyatakan Inggris akan bekerja sama dengan sekutu untuk menyusun apa yang ia sebut sebagai “rencana kolektif yang layak” guna memulihkan kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang beroperasi di sekitar Selat Hormuz.
“Kami telah bertindak bersama negara-negara lain untuk melepaskan cadangan minyak darurat pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun pada akhirnya, kita harus membuka kembali Selat Hormuz untuk memastikan stabilitas pasar,” ujarnya dikutip dari gaza media, Selasa (17/3/2026).
Starmer juga membela keputusannya untuk tidak bergabung dalam serangan terhadap Iran. Ia mengaku menerima kritik dari sejumlah pihak atas sikap tersebut, namun tetap berpegang pada prinsipnya.
“Mengirim pasukan Inggris ke medan perang adalah tanggung jawab paling serius bagi seorang perdana menteri,” kata Starmer.
Ia menambahkan, keputusan tersebut hanya boleh diambil berdasarkan dasar hukum yang jelas serta perencanaan yang matang.
Menurut Starmer, mengakhiri konflik juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian.
“Mengakhiri perang adalah cara tercepat untuk menurunkan biaya hidup,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengumumkan sejumlah langkah untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan biaya hidup. Kebijakan tersebut antara lain membatasi tarif energi hingga akhir Juni, memperpanjang pembatasan pajak bahan bakar hingga September, serta menyiapkan paket bantuan sebesar 53 juta poundsterling (sekitar 70 juta dollar AS) bagi masyarakat yang terdampak kenaikan harga minyak pemanas.



























