MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Wali Kota Padangsidempuan, Irsan Efendi Nasution yang melepas calon haji (Calhaj) kloter 19 asal Padangsidimpuan dan Kota Medan dari Asrama Haji Embarkasi Medan, Minggu (11/6/2023) malam meminta agar mendoakan Padangsidimpuan jauh dari bencana.
Pemberangkatan kloter 19 dihadiri Kabid Pemberangkatan dan Pemulangan PPIH Embarkasi Medan Dr.Torang Rambe dan Wakil Sekretris H.Ilyas Siregar serta undangan lainnya.
“Pemko Padangsidimpuan menitip pesan agar calhaj dalam kloter ini mendoakan Padangsidimpuan dijauhkan dari bencana dan menjadi wilayah yang tentram dan damai,” harapnya.
Ia juga menyampaikan perhatian Pemko Padangsidimpuan terhadap calhaj sangat tinggi. Buktinya, ia sebagai Wali Kota melakukan pendampingan sejak keberangkatan dari daerah hingga nanti ke tangga pesawat.
“Kami tunggu bapak dan ibu Calhaj Padangsidempuan kembali dari Tanah Suci dan fasilitas tetap diberikan sejak kepulangan dari Asrama Haji hingga daerah,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua PPIH Embarkasi Medan H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM mengatakan, keberangkatan di setiap kloter meminta petugas kloter memastikan para lansia benar-benar dibimbing dan diutamakan kebutuhannya dan dipantau kesehatannya.
“Untuk petugas kloter mohon terus dipantau kondisi jemaah kita terutama lansia baik uzur, disabilitas dan sebagainya. Petugas kloter harus memastikan seluruh jemaahnya dalam kondisi mumpuni untuk melaksanakan ibadah haji di tanah suci,” pesannya.
Ia juga meminta petugas untuk berkoordinasi dengan PPIH Arab Saudi terkait kebutuhan dan pelayanan. Petugas juga harus memastikan berapa jumlah lansia yang membutuhkan kursi roda, berapa jemaah yang punya riwayat kesehatan sehingga petugas kloter punya data dan dapat memitigasi dini jika ada sesuatu hal.
Qosbi juga memastikan pelayanan lansia di Embarkasi Medan dilaksanakan dengan baik.
Dalam pelayanan satu atap misalnya, petugas memprioritaskan para lansia untuk melakukan pengecekan kesehatan, kemudian pembagian gelang, paspor, visa, living cost, dan kemudian diarahkan menuju hotel untuk beristirahat.
“Saat keberangkatan para lansia juga tidak diikutsertakan dalam seremoni dan didahulukan masuk ke dalam bus,” katan Qosbi.
Sementara Wakil Sekretaris PPIH Embarkasi, H. Ilyas Siregar menyebutkan, calhaj kloter 19 sebanyak 339 orang. Selain itu tiga jamaah tunda keberangkatan karena sakit atas nama, Kariduan Siregar manifes290, Yatinem Saman manifes 110 dan Saunah Diris manifes 303. Selain itu ada satu jamaah yang wafat sebelum masuk asrama atas nama, Nursaima Lombang manifes 22. (GS)



























