MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Sebanyak 19 calon jemaah haji (calhaj) yang tergabung dalam kloter 13 berangkat dari Aula Madinatul Hujjaj asrama haji Medan, Senin (5/6/2023) ke bandara KNIA menggunakan kursi roda.
Diketahui 19 calhaj yang memakai kursi setelah dihitung oleh wartawan harianstar.com. Calhaj yang memakai kursi roda juga unumnya mereka yang usia lanjut. Hal ini juga dibenarkan salah seorang petugas yang mendorong jemaah memakai kursi roda.
“Iya, 19 jemaah pakai kursi roda,” katanya yang enggan menyebutkan namanya.
Pemberangkatan calon jemaah haji kloter 13 yang merupakan gabungan dari Batubara, Sibolga dan Medan dilakukan Kakanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi dan dihadiri Bupati Batubara Zahir, Sekda Sibolga, Wabup Batubara dan lainnya.
“Kepada petugas, yang berangkat ini 75 sampai 80 persen lansia, jadi mohon diperhatikan,” pesan Zahir.
Ia juga menyampaikan 1 calhaj asal Batubara gagal berangkat karena kondisi hamil dan dikuatirkan oleh tim medis.
“Total calhaj Batubara 282, Sibolga 49 dan Medan 11 ditambah petugas menjadi 350,” sebut Bupati Batubara.
Zahir juga meminta kepada calhaj jangan segan minta bantuan kepada petugas.
“Semoga sehat pergi dan pulang. Cukup jumlah pulang dan pergi. Semua calhaj jadi haji yang mabrur dan mabruroh,” doanya.
Kakanwil Kemenagsu Ahmad Qosbi menyampaikan, ini titik awal menunaikan panggilan Allah sebagai Duyufurrahman. Kloter 13 tidak hanya Batubara, Sibolga, Medan, tapi adalah kloter Sumut.
“Kami harap jaga ukhuwah, persaudaraan, tolong menolong. Tanamkan niat selama masih bisa bantu dan tolong yang lain silahkan bantu,” pintanya.
Sebagai tamu Allah, Qosbi menilai lebih mulia dari kami, namun, jangan sombong, angkuh dan takabur.
“Tawakkal, saling harga menghargai, tolong menolong. Kepada petugas, pertama sebagai tamu Allah dan kedua sebagai pelayan, tanamkan niat bantu tamu Allah dan ikhlas bantu. Selamat jalan tamu Allah semoga Allah SWT memberikan kemampuan dan sempurna menjalankan rangkaian ibadah haji. Semoga menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” ujarnya.
Sebelum berangkat, dilakukan penyerahan pataka merah putih dan surat surat kepercayaan kepada petugas. (GS)



























